Pasar Properti di Jakarta Timur Tumbuh Pesat

Sabtu, 18 Maret 2017 - 07:28 WIB
Pasar Properti di Jakarta...
Pasar Properti di Jakarta Timur Tumbuh Pesat
A A A
JAKARTA - Tak bisa dipungkiri, banyak kaum urban yang berasal dari kota penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang dan Karawang mencari nafkah di Jakarta. Di hari kerja, mereka biasanya menetap sementara di hunian sewaan yang tersebar di Jakarta. Baru kemudian kembali lagi ke rumah asalnya pada akhir pekan.

Belakangan, muncul tren baru. Masyarakat memilih membeli hunian vertikal di Jakarta. Selain menjadi tempat tinggal sementara pengganti hunian sewa, mereka menjadikan investasi dengan cara disewakan sebagai hunian.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, memaparkan, konsep hunian vertikal atau apartemen sudah lama ada di Jakarta dengan proyek apartemen pertama Ratu Plaza yang beroperasi tahun 1981. Konsep apartemen saat itu adalah mendekatkan hunian dengan lingkungan kerja seiring langkanya lahan untuk hunian di tengah kota.

Konsep ini masih relevan hingga saat ini, terutama karena ruwetnya transportasi, harga tanah yang terus merangkak naik, dan aktifitas yang makin menuntut mobilitas tinggi, sehingga apartemen menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan hunian.

"Pertimbangan untuk tinggal di apartemen saat ini tidak hanya lokasi, tetapi ada beragam pertimbangan, seperti akses transportasi, reputasi pengembang, fasilitas yang didapatkan penghuni, harga, cara pembayaran dan faktor yang mendukung kenyamanan penghuni apartemen, seperti tempat belanja, rumah sakit, sekolah, komersial, dan lain-lain," tegas Ferry di Jakarta Jumat (17/3/2017).

Ferry pun menambahkan, saat ini perkembangan apartemen di Jakarta sangat pesat, khususnya di Jakarta Timur seperti Cakung, Buaran, dan Cijantung. Bahkan, di Jakarta Timur bagian selatan ada beberapa proyek apartemen yang sudah beroperasi dan sedang dibangun.

Dari semua proyek, Prajawangsa City karya Synthesis Development adalah yang terbesar dengan sekitar 4.000 unit dari 8 tower. Managing Director Prajawangsa City, Mandrowo Sapto menyampaikan, banyak pekerja di Jakarta mulai menyadari bahwa kualitas dan produktifitas terbuang karena setiap hari harus pergi dan pulang dari rumahnya di Tangerang, Bogor, Depok atau Bekasi.

Selain itu, kata dia, beberapa hasil penelitian menemukan, jauhnya jarak antara rumah ke kantor menyebabkan produktifitas tidak maksimal, rentan mengalami stres, waktu terbuang karena terjebak macet, dan semangat kerja menurun.

Kondisi tersebut menjadi alasan meningkatnya minat membeli apartemen di Jakarta sebagai transit home. Prajawangsa City berkonsep one stop living atau superblock, kawasan ini berstatus strata title, dimana tanahnya murni pembebasan oleh Synthesis Development. "Saat ini kami diminati oleh generasi milenial karena berlokasi di Jakarta dan memiliki karakteristik hunian nyaman, praktis, dinamis, modern, dan simple," papar Mandrowo.

Mandrowo menjelaskan, Prajawangsa City menjadi pilihan karena lokasinya di Cijantung yang masih masuk wilayah Jakarta, kemudahan akses transportasi ke kawasan perkantoran TB Simatupang yang hanya berjarak 1,5 kilometer (km) dari Prajawangsa.

Selain itu, Prajawangsa City potensial menjadi pilihan hunian bagi pekerja di kawasan industri di sepanjang jalan Raya Bogor menuju Tol Cijago, serta harganya bersahabat mulai di kisaran Rp300 jutaan.

Prajawangsa City dikenal sebagai superblok terbesar pertama di Jakarta yang mengedepankan konsep 50% taman atau lahan hijau dari area seluas 7 hektare serta memiliki fasilitas lengkap. Seperti 1 km jogging track, kids pool, thematic pool, area barbeque, fitness center, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, bahkan kebun tanaman herbal dan tanaman rempah yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar aplikatif bagi penghuni untuk tetap bisa berkebun layaknya di hunian tapak, akan hadir di Prajawangsa City.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved