Pahala Mansury Diminta Perbaiki Kinerja Garuda dalam 12 Bulan

Selasa, 18 April 2017 - 13:31 WIB
Pahala Mansury Diminta...
Pahala Mansury Diminta Perbaiki Kinerja Garuda dalam 12 Bulan
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memberikan tenggat waktu kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang baru Pahala N Mansury, untuk memperbaiki kinerja perseroan dalam 12 bulan atau satu tahun.

(Baca: Pahala Mansury Jabat Dirut Baru Garuda Gantikan Arif Wibowo )

Rini menginginkan agar BUMN maskapai tersebut bisa lebih kompetitif. Dia mengungkapkan, penunjukan mantan Direktur Keuangan dan Treasury Bank Mandiri sebagai bos baru Garuda saat ini karena perseroan memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh baik dari segi operasional.

"Kita beri waktu dalam 12 bulan ini. Garuda saat ini memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh, dari segi operasional dan keuangan," katanya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Mantan Bos Astra ini menilai, Pahala merupakan sosok yang tepat untuk melakukan proses restrukturisasi tersebut. Mengingat, latar belakang Pahala yang mantan Direktur Keuangan dan Treasury di Bank Mandiri.

(Baca: Menteri Rini Tak Puas Kinerja Arif Wibowo di Garuda )

"Bagaimana memperkuat operasional dengan kompetisi yang makin kuat di domestik maupun internasional, dan juga memperkuat struktur keuangannya. Karena itu, kita melihat setelah interview banyak pihak, Pak Pahala yang paling tepat untuk itu," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dengan alasan meningkatkan performa dan digital marketing, PT Garuda Indonesia melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) melakukan perombakan direksi, salah satunya posisi Direktur Utama.

Posisi Dirut yang sebelumnya dijabat Arif Wibowo kini ditempati oleh Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury. Selain itu, Garuda juga mengangkat enam orang direksi lainnya dalam RUPS.

Pengangkatan direktur tersebut diharapkan menjawab kebutuhan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang lima untuk lebih mengepakkan sayap melalui peningkatan layanan serta penguatan digital marketing.

Melalui RUPS tersebut, Pahala N Mansury diangkat sebagai Direktur Utama, Helmi Imam Satriyono sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Nicodemus P Lampe sebagai Direktur Layanan, Puji Nur Handayani sebagai Direktur Produksi, Nina Sulistyowati sebagai Direktur Marketing dan Teknologi Informasi, Linggarsari Soeharso sebagai Direktur SDM dan Umum, dan Sigit Muhartono sebagai Direktur Kargo.

Baca Juga:

Pahala Mansury Ungkap Alasan Ditunjuk Jadi Bos Garuda Indonesia

Saat Menjabat Dirut Garuda, Arif Wibowo Beri Citra Positif
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Mampu Bayar Hutang,...
Tak Mampu Bayar Hutang, PT Garuda Indonesia Bangkrut
Intip 5 Siasat Garuda...
Intip 5 Siasat Garuda Indonesia Saat Beban Utang Terus Membengkak
Menakar Skema Penyelamatan...
Menakar Skema Penyelamatan Garuda Indonesia di Tengah Lilitan Utang Jumbo
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik
Sanggupkah Garuda Indonesia...
Sanggupkah Garuda Indonesia Selamat, Ini Kata Dirutnya!
Selamatkan Garuda Indonesia,...
Selamatkan Garuda Indonesia, Pengamat Penerbangan Minta Semua Pihak Satu Bahasa
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
45 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
48 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved