Wall Street Melemah Setelah Dubes Korut Bilang Siap Melanjutkan Uji Nuklir
Rabu, 10 Mei 2017 - 10:05 WIB
Wall Street Melemah Setelah Dubes Korut Bilang Siap Melanjutkan Uji Nuklir
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat pada perdagangan Selasa waktu setempat, ditutup melemah, setelah Duta Besar Korea Utara untuk Inggris mengatakan negaranya akan melanjutkan uji coba nuklir.
Mengutip dari CNBC, Rabu (10/5/2017), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 36,50 poin atau 0,17% menjadi 20.975,78, dengan penurunan pada saham Chevron, sementara saham Nike memimpin penguatan.
Indeks S & P 500 tergelincir 2,46 poin atau 0,1%, berakhir pada level 2.396,92, dan indeks Nasdaq naik 17,93 poin atau 0,29% ditutup menjadi 6.120,59.
Kepada media Inggris, Sky News, Dubes Korut mengatakan ditengah tekanan Amerika Serikat dan sekutunya China, Korea Utara tetap akan melanjutkan uji coba nuklir keenamnya.
Sikap keras Korut dianggap bisa membahayakan kawasan Asia. "Korea Utara tidak mempunyai cara menyerang Amerika Serikat secara langsung. Namun mereka mungkin dapat menyebabkan kerusakan di wilayah Asia," ujar analis pertahanan senior di Rand Corp, Bruce Bennett.
Sebelum wawancara Sky News, pasar AS memang diperdagangkan sebagian besar datar dan investor memilih menahan menjelang akhir pekan.
Mengutip dari CNBC, Rabu (10/5/2017), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 36,50 poin atau 0,17% menjadi 20.975,78, dengan penurunan pada saham Chevron, sementara saham Nike memimpin penguatan.
Indeks S & P 500 tergelincir 2,46 poin atau 0,1%, berakhir pada level 2.396,92, dan indeks Nasdaq naik 17,93 poin atau 0,29% ditutup menjadi 6.120,59.
Kepada media Inggris, Sky News, Dubes Korut mengatakan ditengah tekanan Amerika Serikat dan sekutunya China, Korea Utara tetap akan melanjutkan uji coba nuklir keenamnya.
Sikap keras Korut dianggap bisa membahayakan kawasan Asia. "Korea Utara tidak mempunyai cara menyerang Amerika Serikat secara langsung. Namun mereka mungkin dapat menyebabkan kerusakan di wilayah Asia," ujar analis pertahanan senior di Rand Corp, Bruce Bennett.
Sebelum wawancara Sky News, pasar AS memang diperdagangkan sebagian besar datar dan investor memilih menahan menjelang akhir pekan.
(ven)
Lihat Juga :