Langkah DBS Akuisisi ANZ Patut Ditiru Bank Lokal

Minggu, 16 Juli 2017 - 21:36 WIB
Langkah DBS Akuisisi...
Langkah DBS Akuisisi ANZ Patut Ditiru Bank Lokal
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian mengatakan, proses akuisisi ANZ oleh DBS Indonesia memang sudah terjadi sejak oktober 2016. Namun akuisisi ini butuh proses dan saat ini sedang dalam masa transisi.

Menurutnya, pengurusan hal-hal teknis seperti kesiapan IT, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (termasuk kesejahteraan dan training pegawai) sedang dipersiapkan dan memang diharapkan akan rampung di awal (Februari) 2018.

"Akuisisi oleh DBS ini merupakan langkah strategis mereka untuk mengembangkan sayap bisnisnya di Indonesia," ujar dia saat dihubungi Minggu (16/7/2017).

Dia menilai, DBS Indonesia memang memiliki dukungan modal yang besar dari induknya di Singapura, dimana DBS merupakan bank terbesar di Asia Tenggara (ASEAN), bahkan jauh lebih besar dibanding total aset Bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI digabung.

"Dua produk utama yang akan mereka kembangkan adalah bisnis wealth management dan bisnis retail," ungkap dia. Dzulfian mengatakan, manajemen kekayaan yang akan diberikan DBS berupa jasa pengelolaan kekayaan bagi orang-orang super kaya, seperti konsultasi pajak, asuransi, dan pensiun.

Menurut dia, jasa ini akan semakin dibutuhkan oleh orang-orang indonesia, mengingat pertumbuhan orang-orang super kaya di Indonesia begitu cepat dan besar. Selain itu, sambung dia, faktor tax amnesty juga diekspektasi dapat meningkatkan permintaan atas jasa ini.

Di sisi lain, ritel perbankan yang disasar perseroan adalah pasar kartu kredit. "Pasar ini juga sangat menjanjikan, mengingat Indonesia memiliki kelas menengah yang sangat besar dan konsumtif sehingga kebutuhan atas kartu kredit juga akan ikut besar," paparnya.

Selain itu, DBS juga melihat peluang besar perkembangan bisnis digital di Indonesia. Hal ini, dapat dilihat dari mulai beralihnya pola pembelian masyarakat dari pasar konvensional seperti belanja di toko-toko menjadi tren belanja online.

Perubahan pola belanja masyarakat menuju belanja online ini telah membuat toko-toko konvensional kehilangan omzet yang cukup signifikan, dimana dilaporkan oleh Kadin sekitar 20% omzet baju di pertokoan turun dibanding Idul Fitri sebelumnya.

"Begitu juga kita lihat dari fenomena mulai ditutupnya berbagai toko elektronik di Glodok dan pusat perbelanjaan lainnya," katanya.

Oleh karena itu, langkah yang dilakukan DBS ini sangat cerdas dan patut ditiru oleh bank-bank lokal jika tidak ingin kalah langkah. Terlebih, cepat atau lambat, pasar perbankan Indonesia akan semakin diliberalisasi seiring berjalannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan integrasi ekonomi di ASEAN.

Selain itu, pemerintah juga harus bertindak cepat, cerdas dan update terkait perkembangan bisnis digital di Indonesia karena memang ini sudah menjadi perkembangan di seluruh dunia atau dikenal dengan istilah "Revolusi Industri 4.0".

"Perkembangan berbagai transportasi online dan sosial media adalah contoh nyata, bagaimana disrupsi digital ini telah menimbulkan perubahan yang sangat signifikan bagi kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat kita," sebut dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Singkirkan Bank-Bank...
Singkirkan Bank-Bank AS, Bank Asal Singapura Ini Dinobatkan Sebagai Bank Terbaik
DBS Indonesia Koleksi...
DBS Indonesia Koleksi 3 Award Internasional di Paruh Pertama 2020
DBS Indonesia Kenalkan...
DBS Indonesia Kenalkan Solusi Terbaru Layanan Perbankan Korporasi Digital
DBS Treasures Private...
DBS Treasures Private Client Rangkul Nasabah dan Penerus
DBS Treasures Kian Gencar...
DBS Treasures Kian Gencar Bidik Nasabah Milenial HNWI
Tingkatkan Kesejahteraan...
Tingkatkan Kesejahteraan UMKM lewat Pasar Digital
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
34 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
54 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved