Tingkatkan Penggunaan TKDN, Jonan Minta Bebas Bea Masuk Impor

Selasa, 01 Agustus 2017 - 22:31 WIB
Tingkatkan Penggunaan...
Tingkatkan Penggunaan TKDN, Jonan Minta Bebas Bea Masuk Impor
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mempertimbangkan pembebasan bea masuk impor untuk produk di sektor minerba, kelistrikan dan energi baru terbarukan (EBT) yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

Hal ini terang dia sejatinya agar perusahaan tertarik menggunakan produk dalam negeri atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Lebih lanjut Ia menerangkan untuk sektor hulu migas, perusahaan akan lebih mudah tertarik menggunakan TKDN, karena mereka akan mendapatkan insentif dengan tambahan bagi hasil (split) dalam Production Sharing Contract (PSC) nya.

Sementara di sektor minerba, kelistrikan dan EBT tidak ada insentif yang diberikan kepada perusahaan jika penggunaan TKDN nya tinggi. "Sebenarnya kalau di hulu migas kita bisa ngatur dengan tambahan split dengan GS," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/8/2017).

"Kalau yang lainnya gimana di minerba, kelistrikan, EBTKE? Kalau saran saya itu memang sektornya bukan di kami sih, sebaiknya memang pemerintah berkenan itu impor komponennya kan tidak mungkin dijual disini. Nah itu jika mungkin dibebaskan bea masuk. Itu bisa membantu," sambungnya.

Menurut Jonan, tidak semua komponen listrik ataupun minerba dapat diproduksi di Indonesia. Jika komponen yang diimpor tersebut dibebaskan bea masuknya, maka setidaknya perusahaan akan memperoleh insentif. Jadi, perusahaan yang tingkat penggunaan produk atau komponen dalam negerinya tinggi akan memperoleh insentif, berupa pembebasan bea masuk untuk komponen yang memang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

"Bea masuk impor dibebaskan, maka mereka akan memperoleh insentif. Mungkin saya kira Kemenperin dan Kemenkeu yang bahas. Saya mendorongnya itu bea masuk bisa dibebaskan atas impor komponen itu. Misal komponen trafo tidak mungkin 100% dibuat disini, itu bebas bea masuk misalnya. Terus, komponen PLTS bea masuknya dibebaskan. Itu membantu. Yang solar panelnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UU Minerba Disahkan,...
UU Minerba Disahkan, Menteri ESDM Tekankan Peningkatan Nilai Tambah
Dirjen Minerba Lepas...
Dirjen Minerba Lepas Tim Garuda Rescue Nusantara untuk Berlaga di MERC 2025 Australia
Usut Kasus Baru di Kementerian...
Usut Kasus Baru di Kementerian ESDM, KPK: Sudah Ada Tersangka
Gedung Minerba Digeledah...
Gedung Minerba Digeledah KPK, Menteri ESDM: Dugaan Korupsi Tukin
Kementerian ESDM Keluarkan...
Kementerian ESDM Keluarkan 8 Jurus agar Pertambangan Tak Dilindas Zaman
Banyak Kendala, Realisasi...
Banyak Kendala, Realisasi Investasi Minerba Baru Rp1,38 Triliun
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
29 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
45 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved