LeKS: Pernyataan Ketua BPKN Berpotensi Menyesatkan Konsumen

Jum'at, 22 September 2017 - 04:14 WIB
LeKS: Pernyataan Ketua...
LeKS: Pernyataan Ketua BPKN Berpotensi Menyesatkan Konsumen
A A A
JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis (LeKS) Indonesia mempertanyakan kapasitas Badan Perlindungan Konsumen Nasional menilai aman tidaknya Susu Kental Manis (SKM) untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Pernyataan Ketua BPKN berpotensi menyesatkan karena tidak didukung dengan data-data yang akurat.

"Padahal BPKN merupakan instrumen negara dalam memberikan perlindungan kepada konsumen sesuai UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen," kata Ketua Lembaga Kajian Strategis Zulfiqar Mubarrak dalam keterangan resmi, Kamis (21/9/2017).

Zulfiqar lantas mempertanyakan, apakah BPKN sudah melakukan uji petik? Dan datanya apa saja? Lantas, apa tepat BPKN menilai aman atau tidaknya mengkonsumsi SKM?

Sebelumnya, Peneliti Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asia Tenggara Institut Pertanian Bogor, Dodik Briawan, mengatakan, SKM dalam pembuatannya ditambahkan gula agar susu menjadi lebih awet. Negatifnya, SKM tak cocok dikonsumsi oleh anak-anak. Karena gulanya terlalu tinggi mencapai 40-50%.

Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melihat ada kekeliruan pada label yang disampaikan sejumlah produsen dalam mengiklankan produk SKM. Dimana sebenarnya SKM memiliki kandungan gula dan lemak yang tinggi, sedangkan kalsiumnya rendah dan hal itu berdampak buruk bagi anak-anak.

"SKM itu memang tidak bagus karena kandungan gulanya sangat tinggi. Sementara kandungan kalsiumnya sangat rendah. Dampaknya sangat buruk bagi anak-anak karena hanya akan menghasilkan kegemukan dan obesitas. Jadi sebaiknya hindari anak meminum SKM," terangnya.

Untuk itu, Zulfiqar menuntut Ketua BPKN agar dapat memberikan klarifikasi kepada publik dan tidak memberikan pernyataan yang tidak sesuai dengan wewenang lembaganya. Aman tidaknya kandungan makanan atau minuman itu ada BPOM yang menilai, kalaupun ada hail penelitian ilmiah dari kampus, maka BPKN harusnya mendorong uji dan validasi ulang karena terkait keselamatan anak (konsumen).
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada Versi Abal-abal,...
Ada Versi Abal-abal, YLKI Tegaskan Tak Miliki Cabang
Pengaduan Konsumen Indonesia...
Pengaduan Konsumen Indonesia Masih Rendah, Belum di Level Kritis
Ada 3.692 Pengaduan...
Ada 3.692 Pengaduan Konsumen Selama Pandemi 2020, Jasa Keuangan Mendominasi
YLKI: Kualitas BBM Lebih...
YLKI: Kualitas BBM Lebih Penting Ketimbang Penurunan Harga
Awas Tertipu Saat Belanja...
Awas Tertipu Saat Belanja Online, Ikuti Tips YLKI Ini
Harga Meterai Jadi Rp10...
Harga Meterai Jadi Rp10 Ribu Dinilai Kemahalan, YLKI: Berimplikasi Panjang
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Profil Anggito Abimanyu,...
Profil Anggito Abimanyu, Ketua LPS yang Didukung Menkeu Purbaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved