Dow Jones Catat Rekor Tertinggi Usai Pembelian Kembali Wal-Mart

Rabu, 11 Oktober 2017 - 09:00 WIB
Dow Jones Catat Rekor...
Dow Jones Catat Rekor Tertinggi Usai Pembelian Kembali Wal-Mart
A A A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street naik ke rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS, setelah raksasa ritel Wal-Mart mengumumkan pembelian kembali senilai USD20 miliar.

Mengutip dari CNBC, Rabu (11/10/2017), perusahaan tersebut menyatakan bakal menambah 1.000 lokasi grocery secara online di Amerika pada tahun fiskal 2019. Hal ini mendongkrak kenaikan indeks Dow Jones lebih dari 4,5%.

Alhasil, indeks Dow Jones mencapai rekor tertinggi intraday dengan naik 69,61 poin menjadi 22.830,68. Indeks Nasdaq mencapai level tertinggi intraday, dan berakhir 0,1% lebih tinggi menjadi 6.587,25 dan S & P 500 naik 0,2% berakhir menjadi 2.550,64.

Dave Lutz, kepala perdagangan ETF di JonesTrading, mengatakan berita Wal-Mart menekan saham Amazon. Wal-Mart juga membicarakan bisnis e-commercenya pada hari Selasa. "Itu membuat turun 'FANG,'" katanya. FANG adalah akronim yang mengacu pada alfabet Facebook, Amazon, Netflix dan Google. Akibatnya saham Amazon ditutup 0,4% lebih rendah.

Pasar saham AS baru-baru ini melonjak ke rekor tertinggi didukung oleh data ekonomi yang solid dan harapan baru akan reformasi pajak. Namun, pertengkaran antara Senator Bob Corker dan Presiden Donald Trump membuat kemungkinan reformasi pajak jalan di tempat.

Meski demikian, Kepala Ekonom BNP Paribas, Paul Mortimer-Lee yakin pemotongan pajak akan datang meski target tersebut kemungkinan besar terjadi pada kuartal I dan kuartal II tahun depan. "Saya yakin pemotongan pajak akan datang, namun target pada akhir tahun ini terlalu ambisius," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
9 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
9 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
10 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
10 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
10 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
11 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved