IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global Lebih Kuat

Rabu, 11 Oktober 2017 - 15:12 WIB
IMF Ramal Pertumbuhan...
IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Global Lebih Kuat
A A A
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pemulihan ekonomi global akan mengalami penguatan. Dalam World Economic Outlook terbaru, IMF telah merevisi ramalan ekonomi global dan saat ini diharapkan pertumbuhan ekonomi global sedikit lebih kuat.

Kali ini seperti dilansir BBC, Kamis (11/10/2017) IMF prediksi pertumbuhan tahun ini mencapai 3,6% tahun ini dan 3,7% pada tahun 2018. Ramalan IMF untuk Inggris masih sama seperti dalam laporan bulan Juli yang diprediksi sedikit melambat 1,8% di 2016 dan tahun ini sebesar 1,7% sedangkan pada 2018 di level 1,5%.

Inggris sendiri merupakan pengecualian untuk pola penguatan pertumbuhan dalam penilaian IMF untuk tahun ini dan selanjutnya proyeksi pertumbuhan lebih kuat daripada dua negara G7 lain, Jepang dan Italia. IMF menilai prospek pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih lemah, dipengaruhi kejatuhan pengeluaran setelah pounds ambruk.

Ditambah dampak dari inflasi dan pendapatan konsumen. Namun diharapkan Inflasi bakal alami penurunan secara bertahap seperti yang ditargetkan Bank of Englan mencapai 2%. Untuk jangka menengah, laporan IMF mengatakan pertumbuhan ekonomi Inggris sangat tidak pasti dan sebagian bergantung pada hubungan ekonomi baru dengan Uni Eropa.

Setelah memutuskan hengkang dari keanggotaan UE, Inggris dibayangi hambatan-hambatan perdagangan, migrasi dan lintas-perbatasan aktivitas keuangan. "Selamat datang siklus kemajuan setelah hasil mengecewakan pertumbuhan selama beberapa tahun terakhir," bunyi laporan IMF seputar ekonomi global.

Beberapa negara diperkirakan mengalami perubahan terbesar tahun ini yakni Kanada, Rusia yang sebagian besar karena stabilnya harga minyak serta Brazil meski cenderung masih agak lemah tetapi ada peningkatan tajam dari dua tahun sebelumnya.

Ada sejumlah penurunan dan cukup substansial dalam kasus India, karena efek panjang seputar penukaran mata uang tahun lalu dan ketidakpastian yang terkait dengan pajak baru. Hal itu menyebabkan ekonomi India diperkirakan masih melihat pertumbuhan yang kuat atau tidak jauh di bawah 7% tahun ini dan di atas tingkat tahun 2018.

Afrika Selatan juga mendapat downgrade kuat, dengan pertumbuhan yang tenang karena dampak ketidakpastian politik pada bisnis dan kepercayaan konsumen. Di sisi lain IMF telah terus-menerus mengkhawatirkan tentang lemahnya pertumbuhan produktivitas, yang mengganggu prospek untuk peningkatan standar hidup.

Ekspansi kredit di China meningkatkan risiko perlambatan dan IMF mengatakan pemerintah perlu mengintensifkan upaya mengantisipasi bahaya itu. Ada juga tanda-tanda kekhawatiran seputar kebijakan Presiden Trump ketika laporan mengatakan bahwa "ketidakpastian tentang kebijakan jadi perhatian lebih, dimana sulit memprediksi peraturan dan fiskal kebijakan AS,"
(akr)
Berita Terkait
Menguak 3 Alasan IMF...
Menguak 3 Alasan IMF Melukiskan Gambaran Suram Ekonomi Global di Sisa 2022
Indonesia Menuju Ekonomi...
Indonesia Menuju Ekonomi Terbesar Dunia
3 Negara BRICS Kuasai...
3 Negara BRICS Kuasai Lima Besar Ekonomi Terbesar di Dunia
IMF Sebut Proyeksi Ekonomi...
IMF Sebut Proyeksi Ekonomi di Tahun 2023 Bakal Makin Suram
Dunia dalam Bahaya,...
Dunia dalam Bahaya, Utang Global Tumbuh Lebih Cepat dari Ekonomi Dunia
Berbincang dengan Jokowi,...
Berbincang dengan Jokowi, Bos IMF Sebut Indonesia adalah Source of Hope
Berita Terkini
Sektor Industri Terdampak...
Sektor Industri Terdampak Tarif Impor AS, Pengamat: Respons RI Kalah Cepat Dibanding Vietnam
52 menit yang lalu
Tarif Impor Trump, PM...
Tarif Impor Trump, PM Wong: Singapura Harus Siap Hadapi Banyak Guncangan
1 jam yang lalu
Habis Libur Lebaran,...
Habis Libur Lebaran, Harga Emas Malas Bergerak di Akhir Minggu
3 jam yang lalu
Arus Balik, Pertamina...
Arus Balik, Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Energi di Maluku
4 jam yang lalu
Jangan Harap Trump Cabut...
Jangan Harap Trump Cabut Kebijakan Tarif Impor, Perang Dagang Global Bakal Panjang
5 jam yang lalu
Bank Raksasa Jerman...
Bank Raksasa Jerman Memperingatkan Kejatuhan Dolar AS, Ini Dasarnya
6 jam yang lalu
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved