Kepala Badan Ketahanan Pangan Motivasi Mahasiswa STPP Jadi Petani

Sabtu, 02 Desember 2017 - 20:16 WIB
Kepala Badan Ketahanan...
Kepala Badan Ketahanan Pangan Motivasi Mahasiswa STPP Jadi Petani
A A A
JAKARTA - Salah satu masalah pembangunan pertanian dan ketahanan pangan kedepan adalah semakin berkurangnya minat generasi muda terjun dibidang pertanian. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja dan harus dicari solusinya.

Salah satu solusi adalah mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa untuk mau terjun menekuni usaha pertanian. "Kalian adalah generasi muda pengganti dan penerus kita, kita yang ada di sini 5-10 tahun lagi akan pensiun," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi ketika memberikan Kuliah Umum dihadapan ratusan mahasiswa/i Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) diauditorium Kementan.

"Siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan petani jika tidak kalian. Saya berharap kalian yang akan meneruskannya sehingga petani bisa lebih sejahtera," tambah Agung membakar semangat mahasiswa, Sabtu (2/12/2017).

Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena menurut BPS, penyerapan tenaga kerja pertanian cenderung menurun tajam dan jumlahnya cukup signifikan yaitu 33,51%, disusul perdagangan (22,54%), jasa (16,54%), dan sektor industri (13,12%).

Untuk memotivasi generasi muda mau terjun keusaha pertanian, Kementerian Pertanian telah melakukan modernisasi pertanian, antara lain dengan memberikan alat dan mesin pertanian, pembangunan infrastruktur, pembangunan embung dan berbagai fasilitas lainnya.

"Kami mengajak anak-anak muda terjun ke usaha pertanian. Dengan pendidikan yang lebih baik dan teknologi yang dikuasai, pertanian kedepan sangat menjanjikan bagi generasi muda," kata Agung bersemangat memotivasi mahasiswa.

Agung juga menjelaskan, dalam upaya mensejahterakan petani, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan kebijakan, salah satunya stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat, menumbuhkembangkan Toko Tani Indonesia (TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), menggelar bazar murah, dan operasi pasar bersama Bulog.

"Keseluruhan upaya tersebut bertujuan agar semua pihak yang terlibat dalam pembangunan pertanian, khususnya petani semakin sejahtera," kata Agung. Dengan cara tersebut, tambah dia, produsen dan petani untung, pedagang mendapatkan harga yang wajar dan konsumen tersenyum.
(ven)
Berita Terkait
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Capai Ketahanan Pangan
Diversifikasi Pangan...
Diversifikasi Pangan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Maksimalkan Keterlibatan Perempuan
Kebutuhan Pangan Terjamin,...
Kebutuhan Pangan Terjamin, Ini Berkat Pahlawan Pangan
Berita Terkini
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
52 menit yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
1 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
2 jam yang lalu
Mereda, Harga Emas Antam...
Mereda, Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp1.819.000 per Gram
3 jam yang lalu
Diguncang Tarif Trump,...
Diguncang Tarif Trump, Pasar Global Kacau Balau
5 jam yang lalu
Respons Kebijakan Tarif...
Respons Kebijakan Tarif Trump, Kadin: Pintu Negosiasi Masih Terbuka
5 jam yang lalu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved