ISTMI dan PGN Menakar Tantangan Industri demi Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 13 Desember 2017 - 15:41 WIB
ISTMI dan PGN Menakar...
ISTMI dan PGN Menakar Tantangan Industri demi Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) bersama dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN mencoba menakar tantangan dan peluang atas kebijakan industri energi hilir (gas) sebagai salah satu pendukung utama industri (manufaktur) nasional. Pertumbuhan industri energi hilir sustainable dinilai secara tidak langsung turut mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri manufaktur nasional.

"Selain itu melihat kondisi dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri saat ini yang disertai dengan indikator kinerja berbagai industri. Diharapkan diskusi ini bisa memicu semangat membangun industri di Indonesia dengan melibatkan berbagai pelaku pengusaha nasional," ujar Ketua Umum ISTMI Faizal Safa saat diskusi bertajuk ‘Integrated Ecosystem Industries Demand Creation, Sustainability & Integrated Planning’ di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Lebih lanjut diterangkan nantinya lewat pertemuan ini diharapkan mampu memberikan tambahan dorongan kemandirian industri, manufaktur dan energi hilir serta mencari kesepakatan kebijakan industi energi hilir (gas) yang terbaik untuk kemajuan perekonomian di Indonesia. Dihadiri sekitar 70 peserta yang berasal dari berbagai instansi, ajang diskusi ini akan menampilkan beberapa panelis pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya.

"Sebagai lembaga nirlaba kami ingin memberikan sumbangsih bagi Bangsa tercinta, untuk itulah kami gelar ajang diskusi ini sebagai salah satu wujud komitmen dan kontribusi kami untuk mengedukasi para pelaku bisnis. Ajang bisnis ini sendiri ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing industri Tanah Air serta mengenali kondisi, tantangan dan peluang yang ada dan bagaimana menyikapinya," sambung Faizal.

Menurutnya industri perlu dilihat secara menyeluruh, baik dari sisi industri premier-sekunder maupun tersier. Seperti diketahui bahwa sektor industri telah menjadi motor utama penggerak perekonomian nasional dengan kontribusi PDB Nasional sebesar 17,98%. Kontribusi terbesar datang dari tiga industri utama yakni industri makanan dan minuman dengan rata-rata kontribusi 5,32% per tahun.

Selanjutnya industri alat angkut rata-rata kontribusi 1,96% per tahun serta industri barang logam, compute, elektronik, optik dan peralatan listrik rata-rata kontribusi 1,90% per tahun. "Ketiga cabang industri tersebut menjadi motor penggerak utama sektor industri nasional. Besarnya peran tersebut menandakan terjadinya penguatan struktur industri ke arah produksi bernilai tambah tinggi dan penggunaan teknologi produksi yang lebih tinggi," papar Faisal Safa.

Di lain pihak, Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim merasa optimis ajang ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh peserta untuk sharing knowledge. “Kami sangat mendukung terselenggaranya ajang-ajang diskusi inspiratif seperti yang digagas oleh ISTMI ini yang memiliki tujuan yang sama dalam memberikan keahlian, energi dan infrakturtur yang sangat diperlukan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri," ungkapnya.

Ia juga menegaskan PGN sevara berkesinambungan senantiasa berusaha untuk terus memperkuat distribusi gas bumi dan menjadi penyedia solusi energi terintegrasi yang mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan masyarakat dan industri. "Melalui ajang diskusi dengan topik yang sesuai dengan industri kami ini, tentunya akan semakin menambah wawasan kami dari kacamata yang lebih luas sehingga kami tetap dapat memberikan yang terbaik bagi negeri," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
8 Persoalan Ini Bikin...
8 Persoalan Ini Bikin Pelaku Industri Puyeng Selama Pandemi
Setahun Jokowi-Ma’ruf,...
Setahun Jokowi-Ma’ruf, Hilirisasi Industri Diklaim Semakin Optimal
Sektor Industri Masih...
Sektor Industri Masih Jadi Magnet Investasi, Serap Rp129,6 T di Semester I 2020
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Kaya Keanekaragaman...
Kaya Keanekaragaman Hayati, Industri Komestik Seharusnya Pakai Bahan Baku Lokal
Berita Terkini
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
6 menit yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
28 menit yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
1 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
1 jam yang lalu
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
2 jam yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved