Tokyu Land Indonesia Kembangkan Proyek Anyar Mega Kuningan

Rabu, 10 Januari 2018 - 23:03 WIB
Tokyu Land Indonesia...
Tokyu Land Indonesia Kembangkan Proyek Anyar Mega Kuningan
A A A
JAKARTA - PT Tokyu Land Indonesia mengumumkan pengembangan proyek dengan fasilitas kompleks berskala besar yang terdiri dari kondominium, apartemen sewa, dan fasilitas-fasilitas komersial lainnya di wilayah Mega Kuningan, jantung Kota Jakarta (CBD) Indonesia.

Proyek anyar ini bertajuk Mega Kuningan dengan luas lahan sekitar 11.253 meter persegi (termasuk peruntukan jalan) dan memiliki luas lantai secara keseluruhan lebih kurang 110.000 meter persegi. Adapun desain keseluruhan dikerjakan oleh Tokyu Architects & Engineers Inc dan akan rencananya akan diserahkan terimakan pada tahun 2022 mendatang.

Proyek ini merupakan proyek pengembangan urban ketiga yang dipimpin oleh Tokyu Land, setelah BRANZ Simatupang dan BRANZ BSD, yang saat ini pengembangannya juga masih berlangsung. Proyek ini menjadi proyek pengembangan fasilitas kompleks berskala besar dan usaha manajemen sewa-menyewa pertama di Indonesia bagi Grup Tokyu Land.

Tokyu Land Indonesia Kembangkan Proyek Anyar Mega Kuningan

Tokyu Land bertujuan menawarkan gaya hidup baru kepada masyarakat Jakarta, Indonesia, yang semakin berkembang pesat, melalui pemanfaatan pengetahuan pengembangan urban milik Grup Tokyu Land di Indonesia. Ditambah lagi secara proaktif, Tokyu Land memasukkan teknik dan teknologi pembangunan unggul dan canggih dari Jepang.

Pembebasan lahan, pengembangan, desain, pembangunan, pengelolaan serta pengoperasian akan ditangani sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan Jepang melalui berbagai pertimbangan seperti pemeloporan pemasangan fasilitas serta peralatan tercanggih dari produsen-produsen Jepang.

"Selain itu, proyek ini diposisikan sebagai salah satu proyek terpenting di Indonesia bagi Tokyu Land dengan tujuan untuk memperkuat dan melestarikan akar bisnis Tokyu Land di Indonesia. Proyek ini akan memastikan pendapatan yang stabil melalui pengembangan kompleks, serta melalui penyewaan aset," ujar Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia, Keiji Saito dalam keterangan resmi, Rabu (10/1/2018).

Pengembangan dan pengelolaan aset kompleks yang terdiri dari kondominium, apartemen sewa dan fasilitas komersial akan dibangun berdasarkan pengetahuan Tokyu Land yang telah terasah di Jepang. Pelaksanaan melalui proyek kolaborasi bersama Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN).

JOIN adalah organisasi yang didirikan pada tahun 2014, melalui investasi dari pemerintah Jepang bersama sejumlah asosiasi perusahaan swasta Jepang, yang bertujuan untuk mendorong perusahaan-perusahaan Jepang supaya ikut terjun ke dalam pasar infrastruktur internasional.

Mengenai properti ini, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang telah menyetujui bantuan pendanaan dengan nominal sebesar 6,5 miliar yen atau setara Rp784 miliar (kurs 1 yen = Rp120). Sehingga Tokyu Land memutuskan untuk menjalankan proyek ini dalam bentuk kolaborasi bersama JOIN.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minat Investasi Apartemen?...
Minat Investasi Apartemen? Simak Peluang Bisnisnya di Saat Pandemi
Distrik 1 Rampung, Meikarta...
Distrik 1 Rampung, Meikarta Mulai Topping Off di Area Distrik 2
Industri Properti Bangkit...
Industri Properti Bangkit di Semester Kedua
Industri Properti Bangkit...
Industri Properti Bangkit Dorong Industri Bahan Bangunan Bertumbuh
Katanya, Jangan Ngaku...
Katanya, Jangan Ngaku Sultan Kalau Belum Beli Apartemen Ini
Praktik Properti Berkelanjutan...
Praktik Properti Berkelanjutan di Indonesia, Apartemen Ini Kantongi Sertifikasi EDGE Zero Carbon
Berita Terkini
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
1 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
1 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
3 jam yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
5 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
7 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved