BI Percepat Implementasi Aturan GWM Averaging

Kamis, 18 Januari 2018 - 22:32 WIB
BI Percepat Implementasi...
BI Percepat Implementasi Aturan GWM Averaging
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempercepat implementasi Giro Wajib Minimum Rata-rata (GWM Averaging) yang ditegaskan dalam rapat dewan gubernur (RDG) BI pada 17-18 Januari 2018. Hal ini sebagai kelanjutan dari reformasi kerangka operasional kebijakan moneter dalam rangka meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, mendukung fleksibilitas manajemen likuiditas perbankan, dan sekaligus mempercepat pendalaman pasar keuangan.

(Baca Juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,25% )

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dody Budi Waluyo mengungkapkan, BI mengubah GWM Averaging Rupiah kepada bank umum konvensional 6,5% dari yang sebelumnya terbagi dalam GWM rata-rata dari 1,5% menjadi 2% serta GWM tetap 5% menjadi 4,5%. Dimana aturan ini mulai berlaku 16 Juli 2018.

"Itu artinya bank umum punya ruang dua minggu untuk GWM rata-rata 2%. Manfaatnya menambah kemampuan likuiditas perbankan karena dengan averaging bank punya ruangan agar lebih efektif," katanya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/1/2017).

Selain itu, kata dia, BI juga mengubah implementasi GWM valas untuk bank umum konvensional 8%. Dari sebelumnya GWM tetap 8% menjadi GWM tetap 6% dan GWM rata-rata 2% dan berlaku 1 Oktober 2018.

Doddy menambahkan, implementasi GWM Rupiah bank syariah 5% juga diubah dari sebelumnya terbagi dari GWM tetap 5% menjadi GWM tetap 3% dan GWM rata-rata 2% yang berlaku pada 1 Oktober 2018. BI juga memutuskan untuk melakukan penihilan jasa giro dari 2,5% menjadi 0%.

Dengan aturan baru tersebut, diharapkan akan mampu meningkatkan likuiditas perbankan yang diperkirakan bertambah sebesar Rp20 triliun. "Karena ada GWM averaging dua mingguan ada room sekitar Rp20-an triliun dari GWM averaging yang terhadap Rupiah, Valas maupun syariah," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
Buat Bank yang Mau Kolaps,...
Buat Bank yang Mau Kolaps, Bisa Minta Dana Darurat ke BI
106 Bank Gabung BI-Fast,...
106 Bank Gabung BI-Fast, Biaya Transfer Cuma Rp2.500
Berita Terkini
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
7 jam yang lalu
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
8 jam yang lalu
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
8 jam yang lalu
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
9 jam yang lalu
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved