Bersiap Hadapi Zaman Megatrends 2020

Sabtu, 20 Januari 2018 - 01:05 WIB
Bersiap Hadapi Zaman...
Bersiap Hadapi Zaman Megatrends 2020
A A A
JAKARTA - Menghadapi Zaman Megatrends 2020 yang ditandai dengan pergerakan kekuatan global yang masih sudah berlangsung. Mahasiswa didorong harus memiliki bekal menghadapi zaman ini.

Wakil Rektor Universitas Bunda Mulia (UBM) bidang Akademik Kandi S Dahlan mengatakan, Universitas Bunda Mulia dan Akademi Pariwisata Bunda Mulia menyadari adanya fenomena sosial yang ditandai dengan transformasi yang bersifat masif dan simultan dalam beragam aspek kehidupan manusia.

Transformasi ini ditandai dengan adanya pergerakan kekuatan global yang pada akhirnya akan menentukan dunia di masa yang akan datang dengan jangkauannya yang jauh. "Transformasi ini menyentuh beragam aspek, seperti bisnis, masyarakat, ekonomi, budaya, teknologi dan bahkan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan personal," terangnya.

"Perubahan minat masyarakat akan sumber informasi dalam beberapa dekade ini mempertegas adanya suatu Megatrends," sambung Kandi saat Pembekalan Wisuda dengan tema “Saya UBM, Saya Indonesia: Siap dalam Mega Trends 2020”, di kampus UBM Jakarta.

Lebih lanjut Ia mencontohkan aspek Megatrend itu seperti pada dekade lalu dalam mengakses informasi masyarakat cenderung menggunakan koran. Fenomena ini sekan menghilang seiring masifnya informasi yang disajikan melalui internet yang lebih praktis dan hemat biaya. Transformasi inilah yang juga memicu pergerakan sosial dan industri.

Dia mengatakan, Istilah “Megatrends 2020” merupakan gambaran adanya gelombang yang bersifat transformatif dalam dua dekade terakhir ini. Hal ini tentunya dapat dipandang dua perspektif, yaitu ‘Megatrends 2020 sebagai suatu masalah atau sebagai suatu peluang’. Dalam konteks global transformasi ini semakin dipertegas dengan adanya akses lintas Negara yang tak terbataas.

Sejalan dengan itu, UBM merupakan salah satu institusi perguruan tinggi yang sangat mengedepankan pengembangan Teknologi Informasi, Manajemen, Ilmu Komunikasi, serta Budaya dan Bahasa, yang dikemas dalam satu kesatuan sistem pembelajaran yang holistik, dalam hal pencapaian lulusan-lulusan yang memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan institusi-institusi perguruan tinggi lainnya.

‘’UBM dengan Tagline-nya “Bridging Education To The Real World” senantiasa mempersiapkan para lulusannya dengan kurikulum pendidikan yang berorientasi pada pembekalan mahasiswa dalam menghadapi era persaingan bebas dalam tingkat regional ASEAN yakni MEA,” katanya.

Kesadaran akan hal tersebut, memicu kampusnya untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi. Pengayaan pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi informasi dan perubahannya yang bersifat cepat, serta pembentukan kurikulum dan proses pembelajaran yang berbasis pada pemenuhan kebutuhan industri di tingkat nasional dan global adalah tindakan nyata kampus dalam menghadapi Megatrends 2020.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
8 Persoalan Ini Bikin...
8 Persoalan Ini Bikin Pelaku Industri Puyeng Selama Pandemi
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Setahun Jokowi-Ma’ruf,...
Setahun Jokowi-Ma’ruf, Hilirisasi Industri Diklaim Semakin Optimal
Sektor Industri Masih...
Sektor Industri Masih Jadi Magnet Investasi, Serap Rp129,6 T di Semester I 2020
Kaya Keanekaragaman...
Kaya Keanekaragaman Hayati, Industri Komestik Seharusnya Pakai Bahan Baku Lokal
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
50 menit yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
3 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
5 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
6 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
7 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved