Kelebihan Beban, Kadin Minta Penugasan ke BUMN Karya Distop

Selasa, 20 Februari 2018 - 19:03 WIB
Kelebihan Beban, Kadin...
Kelebihan Beban, Kadin Minta Penugasan ke BUMN Karya Distop
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bereaksi atas terjadinya kembali kecelakan pada proyek konstruksi, yakni robohnya perancah beton dari pekerjaan pengecoran pier head Tol Bekasi-Kampung Melayu (Becakayu). Kecelakaan pada dini hari tersebut menyebabkan tujuh orang pekerja terluka.

"Kejadian ini semakin menambah panjang daftar kecelakaan konstruksi di Tanah Air, setelah rangkaian kejadian yang terjadi secara beruntun sejak pertengahan tahun lalu," ungkap Wakil Ketua Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kadin Indonesia Erwin Aksa melalui siaran pers, Selasa (20/2/2018).

Dia mengatakan, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu, dan perlu ada tindakan dan kebijakan luar biasa dari pemerintah.
Berkenaan dengan itu, Kadin Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur meminta Komite Keselamatan Konstruksi (K3) untuk sesegera mungkin melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap proyek-proyek strategis nasional yang sedang berjalan.

"Apakah ada pelanggaran sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)?" ujarnya.

Lalu, Kadin meminta pemerintah mengkaji dan mengevaluasi kembali penugasan-penugasan negara kepada BUMN Karya yang sudah terlalu sering mengalami kecelakaan-kecelakaan konstruksi. Proyek-proyek infrastruktur saat ini menurutnya didominasi kontraktor-kontraktor BUMN Karya. Jumlah proyeknya pun sangat banyak dan bernilai besar. Sementara, kata Erwin, kemampuan BUMN Karya juga pasti terbatas, sehingga menyebabkan tingkat ketelitian dan kehati-hatian dalam menyelesaikan pekerjaan menjadi terpecah-pecah.

"Belum lagi mereka diberi tenggang waktu yang sangat ketat, hal ini juga bisa menjadi penyebab semakin beruntunnya kejadian kecelakaan-kecelakaan konstruksi," ujarnya.

Untuk itu, Kadin meminta pemerintah menghentikan terlebih dahulu penugasan proyek-proyek infrastruktur baru kepada BUMN Karya dan memberi kesempatan lebih banyak kepada perusahaan swasta nasional untuk terlibat.

"Pemerintah harus melakukan evaluasi total terhadap kebijakan yang selama ini dijalankan, beri kesempatan yang lebih luas kepada swasta untuk ikut mengerjakan, sehingga teman-teman BUMN Karya tidak overload (kelebihan beban)," tegas Erwin.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waskita Jadi BUMN Karya...
Waskita Jadi BUMN Karya Paling Banyak Garap Proyek Infrastruktur
PPRE Rampungkan Proyek...
PPRE Rampungkan Proyek Pembangunan Jembatan Makarti
Intip Kinerja Hutama...
Intip Kinerja Hutama Karya, BUMN dengan Aset Jumbo di Klaster Infrastruktur
Beban Berat, Waskita...
Beban Berat, Waskita Karya Jual Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi
Waduh! Utang BUMN Karya...
Waduh! Utang BUMN Karya Diramal Ciptakan Mega-Krisis BUMN
Perbedaan BUMN Karya:...
Perbedaan BUMN Karya: Waskita, Hutama, Wika dan Adhi
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
4 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
10 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
36 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved