Harga Minyak Dunia Naik, Sri Mulyani Buka Peluang Revisi ICP

Selasa, 27 Februari 2018 - 16:20 WIB
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Sri Mulyani Buka Peluang Revisi ICP
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka peluang untuk merevisi asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) saat mengajukan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2018 nanti. Hal ini lantaran harga minyak dunia terus mengalami kenaikan, hingga kini berada di kisaran USD60 per barel.

Dia mengatakan, pemerintah dalam APBN 2018 pada dasarnya telah menetapkan asumsi ICP yaitu USD48 per barel dan jumlah subsidi yang diberikan baik untuk bahan bakar minyak (BBM), LPG 3 kilogram (kg), ataupun listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Hingga saat ini, pihaknya masih menjalankan asumsi tersebut.

"UU APBN 2018 sudah menyampaikan beberapa asumsi harga minyak dan berapa jumlah subsidi yang kita berikan apakah itu untuk BBM yang masih disubsidi, LPG 3 kg maupun PLN yaitu untuk listrik 450 VA sampai 900 VA. Sampai hari ini kita tetap menjalankan UU APBN itu," katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Namun, kata dia, saat ini harga minyak dunia terus bergerak di atas asumsi sehingga pemerintah perlu menghitung ulang mengenai asumsi tersebut. Saat ini, pemerintah tengah menghitung dan mengidentifikasi jumlah deviasi dari asumsi yang ada di APBN 2018 tersebut.

"Kita akan menghitungnya bersama dengan Menteri ESDM dan Menteri BUMN. Dan saat ini kita sudah melakukan terus untuk mengidentifikasi berapa jumlah deviasi dari apa yang ada di UU APBN dengan apa yang terjadi," imbuh dia.

Jika memang diputuskan perlu ada perubahan mengenai asumsi tersebut, kata mantan Menkeu era Presiden SBY ini, pemerintah akan membahasnya kembali dengan parlemen pada pertengahan tahun ini.

"Nanti untuk keputusan mengenai berapa jumlah mengenai perubahan ini nanti akan dibahas di dalam APBN laporan semester yang akan kita sampaikan kepada dewan pada pertengahan tahun. Dan tentu saja nanti akan dilihat kemampuan dari APBN sendiri atau PLN dan Pertamina untuk meng-absorb perbedaan itu," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Komisi VII DPR Setujui...
Komisi VII DPR Setujui Asumsi Makro Kementerian ESDM
RAPBN 2021 Disetujui...
RAPBN 2021 Disetujui Banggar, Selanjutnya Meluncur ke Paripurna
Pidato Jokowi dalam...
Pidato Jokowi dalam Nota Keuangan, Ini Daftar Lengkap Asumsi Dasar Makro RAPBN 2024
Asumsi Makro RAPBN 2024...
Asumsi Makro RAPBN 2024 Disetujui Banggar DPR, Intip Rinciannya
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
1 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
4 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
6 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
7 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
8 jam yang lalu
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
10 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Buka Pintu untuk...
Ukraina Buka Pintu untuk Tentara NATO, Picu Perang Dunia III?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved