Dolar AS Menguat Seiring Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rabu, 13 Juni 2018 - 07:16 WIB
Dolar AS Menguat Seiring...
Dolar AS Menguat Seiring Rencana Kenaikan Suku Bunga The Fed
A A A
NEW YORK - Dolar Amerika Serikat menguat terhadap enam mata uang utama, seiring harapan yang luas agar bank sentral AS The Federal Reserve menaikkan suku bunga pada hari ini. The Fed akan menggelar rapat pertemuan kuartalan pada Rabu (13/6/2018), dengan agenda pengumuman kenaikan suku bunga setelah data ekonomi AS yang solid.

Mengutip CNBC, pertumbuhan ekonomi AS diprediksi di atas 3% pada kuartal kedua tahun ini. Angka ini merujuk dari perkiraan pertumbuhan PDB dari perkiraan median saat ini sebesar 2,7%. Dan angka pengangguran sebesar 3,8%, level terendah sejak 1969. Inflasi inti diperkirakan 1,9% pada tahun ini.

Melansir Wall Street Journal, Ketua The Fed Jerome Powell dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana kenaikan suku bunga. Kenaikan sangat diharapkan untuk mendukung dolar AS dan pasar saham dalam melanjutkan reli.

Pasar uang pun sedang menunggu langkah tiga bank sentral utama dunia, The Fed, European Central Bank, dan Bank of Japan, dimana ketiganya menghelat pertemuan pada pekan ini. Mengutip dari CNBC, Rabu (13/6), investor sedang fokus menunggu panduan dari ketiga bank tadi.

Federal Reserve mengadakan pertemuan dua hari, yang dimulai pada hari ini dan diprediksi menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya pada tahun ini. Dan fokus investor ialah apakah bank sentral akan mengisyaratkan untuk menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada 2018.

Sementara, bank sentral Eropa akan bertemu pada 14 Juni, dengan salah satu agenda melepas program pembelian obligasi secara besar-besaran. Dan Bank of Japan akan bertemu dari 14-15 Juni ini.

“Investor kini sedang penuh semangat menunggu hasil The Fed, ECB dan BOJ. Investor enggan melakukan banyak hal untuk menunggu mereka,” kata Gregory Anderson, kepala strategi mata uang global di BMO Capital Markets di New York.

Seiring dengan rencana kenaikan suku bunga The Fed, indeks USD naik 0,22% terhadap enam mata uang utama menjadi 93,79. Alhasil, dolar AS lebih tinggi 0,25% terhadap yen Jepang menjadi 110,30 yen. Dolar telah menguat hampir tiga minggu terhadap yen. Dan euro melemah 0,25% menjadi USD1,1753 per EUR.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Menguat saat...
Rupiah Menguat saat Banyak Mata Uang Asia Melemah
5 Mata Uang Paling Banyak...
5 Mata Uang Paling Banyak Digunakan di Dunia, Nomor 1 Transaksi Hariannya Tembus Rp43.500 Triliun
8 Efek Mata Uang Baru...
8 Efek Mata Uang Baru BRICS terhadap Dollar AS jika Sudah Berlaku
Deretan Negara Ini Tak...
Deretan Negara Ini Tak Mempunyai Mata Uang, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Mata Uang BRICS Bakal...
Mata Uang BRICS Bakal Gantikan Dolar Disebut Gagasan Konyol
Apakah Bitcoin Bisa...
Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Dolar AS di Masa Depan?
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
9 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
9 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
10 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
10 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
10 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved