Sinyal Positif Akselerasi Ekspor Udang Vaname

Minggu, 01 Juli 2018 - 12:42 WIB
Sinyal Positif Akselerasi...
Sinyal Positif Akselerasi Ekspor Udang Vaname
A A A
JAKARTA - Pasar global sedang memberikan sinyal positif terhadap kebutuhan sektor perikanan, salah satunya udang vaname. Momentum ini dapat dimanfaatkan oleh Indonesia untuk terus mengakselerasi ekspor.

Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Riza Damanik mengatakan, ini menjadi kesempatan karena selain pasar global beri sinyal positif, juga persentase ekspor udang cukup besar. "Secara proporsional dalam 10 tahun sampai 15 tahun terakhir 30% sampai 50% pasar ekspor perikanan kita dari udang," ujarnya kepada SINDOnews di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Riza yang juga sebagai Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menyampaikan, dengan adanya sinyal positif ini maka dari dalam negeri ada kesempatan agar bisa akselerasi tambak udang rakyat. Kesempatan tersebut, kata Riza, melalui skema perhutanan sosial, dimana target 2019 sebanyak 12 juta hektar lebih dimanfaatkan dalam membuka akses ke masyarakat.

"Nah di antaranya hutan ini ada hutan pesisir di pantai utara dan selatan Jawa, hutan ini bertahun-tahun dirusak. Dengan skema ini hutan pesisir bisa pulih di saat yang sama bisa meningkatkan pendapatan, salah satunya udang," paparnya.

Menurut dia, ada dua kombinasi yang bisa dioptimalkan untuk kegiatan pertambakan udang rakyat yakni dengan skema ekspansif dan optimalisasi. "Artinya di daerah potensial, lingkungan bisa dipulihkan bisa jadi tambak udang tradisional. Kedua optimalisasi, di tambak existing dengan produktivitas rendah bisa ditingkatkan dengan model organik," tutur dia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat peningkatan tren ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang tahun 2017. Angka ekspor perikanan selama 11 bulan di 2017 naik USD310 juta atau sekira 8,2%.

Berdasarkan data KKP, untuk komoditas utama yang diperdagangkan tren nilai ekspor Januari-November 2016-2017 mengalami kenaikan untuk komoditas udang 0,53%, tuna tongkol cakalang 18,57%, rajungan dan kepiting 29,46%, cumi sotong gurita 16,54%, rumput laut 23,35%, dan lainnya naik 3,61%.

Harga udang di pasar dunia sempat volatil pada 2014, kemudian setelah India bersama Indonesia, Ekuador dan Vietnam terus meningkatkan ekspornya, harga udang beku menjadi stabil.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tambak Udang Berkelanjutan...
Tambak Udang Berkelanjutan KKP Tegakkan Ekonomi Daerah
Teknologi Bikin Budidaya...
Teknologi Bikin Budidaya Udang Makin Cuan, Produksi Ditarget Naik 250%
KKP Segera Bangun Model...
KKP Segera Bangun Model Klaster Tambak Udang Nasional di Aceh Timur
Mumpung Mahal Bos! Menteri...
Mumpung Mahal Bos! Menteri Edhy Minta Produksi Udang Digenjot
Target 2 Juta Ton Pada...
Target 2 Juta Ton Pada 2024, KKP Ingin Ekspor Udang Kian Tegak
Bisa Raup Rp40 Juta...
Bisa Raup Rp40 Juta dalam 3 Bulan, Milenial Diajak Budidaya Udang
Berita Terkini
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
44 menit yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
3 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
4 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
5 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
5 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved