Target 2 Juta Ton Pada 2024, KKP Ingin Ekspor Udang Kian Tegak
Minggu, 07 Maret 2021 - 00:00 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan dua juta ton udang per tahun di pasar ekspor. Target tersebut diprediksi akan terealisasi pada 2024 mendatang.
Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Syarief Widjaja menyebut, volume udang di pasar ekspor saat ini masih di angka 857.000 ton per tahun. Jumlah itu menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mendorong ekspor komoditas laut tersebut lebih besar lagi.
"Volume pasar ekspor masih 857.000 ton. Kami menargetkan dua juta ton per tahun pada 2024," ujar Syarief dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sabtu (6/3/2021). ( Baca juga:Bahlil Utak-Atik Beleid Investasi Miras yang Dicabut Jokowi )
Ada beberapa langkah yang diambil KKP untuk membidik jumlah udang di pasar ekspor pada 2024 mendatang. Syarief mengutarakan, langkah yang diambil seperti mengelola tambak-tambak yang tidak dipakai sebelumnya untuk difungsikan sebagai kawasan tambak estate, membangun infrastruktur, jalan produksi, irigasi tandon, benih unggul, hingga perbaikan sumber air.
Pemerintah juga akan menggandeng pihak swasta untuk merenovasi tambak-tambak dengan menggunakan sistem progresif, terintegrasi silvofisheries, maupun milenial shrimp farming.
Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Syarief Widjaja menyebut, volume udang di pasar ekspor saat ini masih di angka 857.000 ton per tahun. Jumlah itu menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mendorong ekspor komoditas laut tersebut lebih besar lagi.
"Volume pasar ekspor masih 857.000 ton. Kami menargetkan dua juta ton per tahun pada 2024," ujar Syarief dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sabtu (6/3/2021). ( Baca juga:Bahlil Utak-Atik Beleid Investasi Miras yang Dicabut Jokowi )
Ada beberapa langkah yang diambil KKP untuk membidik jumlah udang di pasar ekspor pada 2024 mendatang. Syarief mengutarakan, langkah yang diambil seperti mengelola tambak-tambak yang tidak dipakai sebelumnya untuk difungsikan sebagai kawasan tambak estate, membangun infrastruktur, jalan produksi, irigasi tandon, benih unggul, hingga perbaikan sumber air.
Pemerintah juga akan menggandeng pihak swasta untuk merenovasi tambak-tambak dengan menggunakan sistem progresif, terintegrasi silvofisheries, maupun milenial shrimp farming.
Lihat Juga :