Jisdor BI: Rupiah Perkasa 72 Poin ke Rp14.443 per USD

Kamis, 26 Juli 2018 - 10:38 WIB
Jisdor BI: Rupiah Perkasa...
Jisdor BI: Rupiah Perkasa 72 Poin ke Rp14.443 per USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (26/7/2018) berhasil memanfaatkan pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot. Mata uang NKRI ini dibuka menguat 38 poin atau 0,26% di level Rp14.437 per USD.

Pada perdagangan kemarin, rupiah di indeks Bloomberg berakhir menguat 70 poin atau 0,48% di level Rp14.475 per USD.

Keperkasaan rupiah pada pagi ini juga tercatat di data Yahoo Finance, dengan terapresiasi 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.433 per USD, dibandingkan posisi Rabu kemarin di Rp14.453 per USD.

Kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada perdagangan Kamis ini dipatok Rp14.443 per USD atau bullish 72 poin dari posisi Rp14.515 per USD pada Rabu kemarin.

Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, rupiah menguat karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal ialah langkah pemerintah yang akan menyiapkan strategi dan kebijakan dalam menghadapi perang dagang. Hal ini mendapat respon positif di pasar.

Faktor eksternal adalah menguatnya mata uang euro terhadap USD, sesuai dengan harapan pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan perdagangan antara Uni Eropa dan AS untuk mencegah terjadinya perang dagang.

Melansir dari Reuters, Kamis (26/7/2018), USD melorot terhadap euro setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker setuju untuk menurunkan tarif, mengurangi kekhawatiran tentang memburuknya perang dagang global.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama turun 0,25% menjadi 94,145, level terendah sejak 11 Juli 2018. Alhasil, euro naik 0,1% menjadi USD1,1738 per EUR. USD juga tergelincir 0,15% menjadi 110,805 yen. Dolar pun melemah terhadap yuan China. Yuan China reli hampir 0,8% dalam perdagangan offshore (luar negeri), setelah pada Selasa lalu berada di level terendah 13 bulan.

Adapun poundsterling Inggris stabil di level USD1,3200 per GBP, setelah menguat 0,4% semalam. Dolar Australia melayang mendekati level tertinggi dua minggu menjadi USD0,7464. "Dolar secara luas melemah terhadap mata uang utama karena ketegangan perdagangan telah mereda," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
32 menit yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
2 jam yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved