Mendag Beberkan Keuntungan Kerja Sama Perdagangan RI-Pakistan

Senin, 11 Februari 2019 - 15:40 WIB
Mendag Beberkan Keuntungan...
Mendag Beberkan Keuntungan Kerja Sama Perdagangan RI-Pakistan
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR membeberkan pentingnya kerja sama dagang dengan Pakistan. Mendag meyakini, kerja sama dagang dengan Pakistan dapat mengurangi defisit perdagangan saat ini."Potensi dagang dengan Pakistan sangat menguntungkan. Apakah ini menjadi kemudahan? Hal tersebut kita perhatikan karena kemudahan tidak semata-mata soal bea masuk, tapi dari mekanisme yang lain," papar Mendag di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Karena itu, Mendag berharap persetujuan untuk melakukan kerja sama dagang dengan Pakistan dapat diperoleh. Dia menegaskan, jika tidak mendapatkan persetujuan untuk melakukan kerja sama perdagang dengan Pakistan akan merugikan negara.

"Jika kita terlambat menandatangani perjanjian, maka Pakistan akan menghentikan semua perjanjian sehingga kita kehilangan market. Perjanjian ini menguntungkan untuk Indonesia," tegasnya.

Mendengar paparan Mendag, Wakil Ketua komisi VI DPR Teguh mengatakan bakal menyetujui kerja sama perdagangan dengan Pakistan yang diusulkan Kemendag. "Ya kita setujui dan segera kita bahas ke paripurna untuk pengesahan perubahan perjanjian perdagangan prefensial antara pemerintah Indonesia dan Pakistan," tandasnya.Dengan penduduknya mencapai 207 juta jiwa, Pakistan merupakan salah satu pasar nontradisional yang cukup besar bagi Indonesia. Pakistan saat ini merupakan pasar ekspor minyak sawit terbesar keempat Indonesia. Dari sisi prospek, Pakistan juga digadang-gadang akan menjadi negara dengan perekonomian ke-16 terbesar dunia pada 2050.

Saat ini Indonesia dan Pakistan telah memiliki PTA (preferential trade agreement) yang ditandatangani 2012 lalu. Pemerintah, berupaya meningkatkan hubungan tersebut ke tingkat FTA (free trade agreement) sehingga perdagangan antara kedua negara semakin berkembang.

Perdagangan kedua negara dalam empat tahun terakhir tercatat mencapai nilai sekitar USD2 miliar, di mana Indonesia mencatat surplus hingga USD1,2 miliar terhadap Pakistan. Namun, Indonesia telah melakukan berbagai upaya agar perdagangan kedua negara menjadi lebih seimbang ke depannya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Sertifikasi Bikin Seret...
Sertifikasi Bikin Seret Ekspor, Kemendag Lakukan Lobi-lobi
11 Perjanjian Dagang...
11 Perjanjian Dagang On Going, 4 di Antaranya Target Rampung 2021
Indonesia dan Filipina...
Indonesia dan Filipina Perkuat Kerja Sama Perdagangan Digital
Mendorong Peningkatan...
Mendorong Peningkatan Perdagangan Indonesia dan Nigeria
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
16 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
29 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved