Jejak Industri Alas Kaki Nasional Menuju Kancah Global

Sabtu, 04 Mei 2019 - 00:17 WIB
Jejak Industri Alas...
Jejak Industri Alas Kaki Nasional Menuju Kancah Global
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat tren laju pertumbuhan kelompok industri alas kaki, kulit dan barang dari kulit terus meningkat setiap tahunnya. Misalnya pada tahun 2018, sektor tersebut mampu tumbuh hingga 9,42% atau naik signifikan dibanding 2017 yang berada di angka 2,22%.

“Capaian tahun lalu merupakan pertumbuhan tertinggi selama tujuh tahun terakhir. Ini tanda juga bahwa iklim usaha di Indonesia masih tetap kondusif seiring dengan tekad pemerintah untuk terus memberikan kemudahan perizinan usaha dan insentif yang menarik,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Lebih lanjut Ia menyampaikan, industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang mendapat prioritas pengembangan dari pemerintah. Pasalnya, tergolong industri padat karya dan berorientasi ekspor sehingga memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

“Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing global. Hal ini sejalan dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0,” tuturnya.

Sumbangsih nyata dari industri alas kaki, seperti capaian ekspor alas kaki nasional yang mengalami peningkatan hingga 4,13% dari tahun 2017 sebesar USD4,91 miliar menjadi USD5,11 miliar di 2018. Selain itu penyerapan tenaga kerja juga ikut naik, dari tahun 2017 sebanyak 795 ribu orang menjadi 819 ribu orang di 2018.

“Kita punya potensi yang cukup besar, dengan jumlah industri alas kaki sebanyak 665 perusahaan, produksi kita sudah menembus hingga 1,41 miliar pasang sepatu atau berkontribusi 4,6% dari total produksi sepatu dunia,” papar Airlangga.

Melalui capaian tersebut, Indonesia menduduki posisi ke-4 sebagai produsen alas kaki di dunia setelah China, India, dan Vietnam. Lebih lanjut, seiring akan adanya investor masuk di Indonesia, industri alas kaki di Tanah Air diyakini semakin meningkat kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor serta mengisi pasar ekspor.

Sepanjang tahun 2018, investasi di industri alas kaki sebesar Rp12,8 triliun naik dibanding tahun 2017 yang mencapai Rp12,1 triliun. “Kami juga optimistis, akan terjadi peningkatan ekspor produk alas kaki nasional sampai USD6,5 miliar pada tahun 2019 dan menjadi USD10 miliar dalam empat tahun ke depan,” ujarnya.

Apalagi, Indonesia sudah menandatangani perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif (CEPA) dengan Australia dan European Free Trade Association (EFTA). “Ini menjadi potensi untuk memperluas pasar ekspor bagi produk manufaktur kita. Dengan Australia, kita sedang menunggu ratifikasi parlemen dari kedua pihak,” imbuhnya.

Menperin menyebutkan, selain memiliki akses pasar lebih luas, keunggulan industri alas kaki nasional antara lain tercermin dari kapasitas produksi, kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi, dan lokal konten yang tinggi.

“Untuk industri alas kaki, komoditas besarnya yang mampu memenuhi pasar ekspor adalah sepatu olahraga. Kontribusi sepatu olahraga melampaui 50%, di mana tahun 2018 menyumbang senilai USD2,8 miliar. Kemudian diikuti sepatu teknik lapangan kebutuhan industri serta alas kaki keperluan sehari-hari,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momen Lebaran, Menperin...
Momen Lebaran, Menperin dan Pelaku Industri Tegaskan Komitmen Genjot Manufaktur
Imbas Covid-19, Menperin...
Imbas Covid-19, Menperin Sebut Pertumbuhan Industri Hanya Berkisar 0,7%
Agus Gumiwang Optimis...
Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi
Kinerja Manufaktur RI...
Kinerja Manufaktur RI Jatuh Paling Dalam di ASEAN, Menperin Racik Strategi
Manufaktur Bisa Tumbuh...
Manufaktur Bisa Tumbuh 2,7% di Kuartal II, Ini Syaratnya
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved