Sri Mulyani Ramal Perang Dagang AS dan China Berlangsung Lama

Kamis, 16 Mei 2019 - 05:19 WIB
Sri Mulyani Ramal Perang...
Sri Mulyani Ramal Perang Dagang AS dan China Berlangsung Lama
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku bakal mewaspadai dampak dari perang dagang yang terjadi antara dua kekuatan ekonomi dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya menurut mantan Direktur Bank Dunia itu perang dagang Beijing versus Washington belum akan mereda dalam waktu dekat.

"Perlu kita waspadai adalah sinyal bahwa situasi ini tidak akan reda dalam jangka pendek karena pola konfrontasi sangat head to head, sehingga untuk dua negara besar ini face saving atau diplomasi mentone-down menjadi lebih sulit dan artinya ketegangan ini akan mewarnai cukup panjang," ujar Sri Mulyani di Jakarta.

Sambung dia menjelaskan, ketegangan perdagangan ini masih akan cukup panjang, dimana tercermin dari China yang mendapatkan dampak perlambatan ekonomi. "Kalau stimulasi yang dilakukan tidak pengaruh ke sektor keuangan, ini akan menekan kondisi masing-masing negara. Sementara di AS jika kenaikan harga memunculkan inflasi, maka pengaruhnya dua yakni suku bunga meningkat dan penurunan daya beli. Keduanya tidak bagus untuk dunia," jelasnya.

Terkait kondisi ketidakpastian perdagangan yang membayangi, Sri Mulyani menegaskan bakal terus secara intens memperhatikan pengaruhnya ke ekonomi global. Seperti dampak terjadinya perlambatan pada pertumbuhan dan perdagangan di Indonesia. "Untuk negara seperti kita yang masih tergantung ke external balance, ini berarti kita tidak mungkin mengandalkan ekspor sebagai mesin pertumbuhan," paparnya.

Meski begitu lanjutnya, ada sisi positif yang didapatkan yakni ada banyak barang yang tadinya kita impor untuk menopang industri, jadi tersedia. Hal ini berarti mempengaruhi industrialisasi yang dicanangkan oleh pemerintah. "Jadi semuanya berkaitan, artinya ekonomi sedang dalam tekanan global yang sangat serius saat ada ketidakpastian. Kita harus lihat aspek domestik dan ini kewaspadaan bagi kita," terang dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Sri Mulyani: Digitalisasi...
Sri Mulyani: Digitalisasi Bea Cukai Cegah Perdagangan Gelap
Sri Mulyani Soroti Kinerja...
Sri Mulyani Soroti Kinerja Perdagangan di Tengah Pandemi Covid-19
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Sri Mulyani Optimis Ekonomi Bangkit di Kuartal III/2020
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Tiga Menteri Ekonomi Jokowi Dipuji
Ekspor Impor Kontraksi,...
Ekspor Impor Kontraksi, Akibatnya Neraca Dagang Surplus Terus
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
12 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
25 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
38 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
49 menit yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved