Sri Mulyani Pede The Fed Masih Akan Tahan Suku Bunga
Rabu, 17 Juli 2019 - 13:57 WIB
Sri Mulyani Pede The Fed Masih Akan Tahan Suku Bunga
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memperkirakan, Federal Reserve alias Bank Sentral Amerika Serikat masih akan menahan suku bunga acuan hingga semester ketiga tahun ini. Dampaknya Menkeu menyakini tren penguatan nilai tukar rupiah masih akan terus berlanjut ke depannya.
"Menguatnya nilai tukar rupiah pada semester I diperkirakan akan terus berlanjut karena tidak adanya kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika (The Fed)," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Namun terang dia, jika The Fed kembali menaikkan suku bunganya di akhir tahun mungkin nilai tukar rupiah akan kembali melemah. "Tapi kita harus mencermati tekanan global yang mana bisa saja mempengaruhi ekonomi Indonesia," jelasnya.
Diketahui saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, dibuka lesu untuk meneruskan tren negatif sejak penutupan kemarin. Laju merayap kurs rupiah mengiringi penguatan kembali Dolar AS setelah data ekonomi yang menunjukkan optimisme.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot ke posisi Rp13.949/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah tak berdaya usai tergelincir kemarin Rp13.925/USD.
"Menguatnya nilai tukar rupiah pada semester I diperkirakan akan terus berlanjut karena tidak adanya kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika (The Fed)," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Namun terang dia, jika The Fed kembali menaikkan suku bunganya di akhir tahun mungkin nilai tukar rupiah akan kembali melemah. "Tapi kita harus mencermati tekanan global yang mana bisa saja mempengaruhi ekonomi Indonesia," jelasnya.
Diketahui saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, dibuka lesu untuk meneruskan tren negatif sejak penutupan kemarin. Laju merayap kurs rupiah mengiringi penguatan kembali Dolar AS setelah data ekonomi yang menunjukkan optimisme.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot ke posisi Rp13.949/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah tak berdaya usai tergelincir kemarin Rp13.925/USD.
(akr)
Lihat Juga :