Genjot Peran Industri Elektronika, Compal Group Lirik Investasi di Indonesia

Senin, 22 Juli 2019 - 01:14 WIB
Genjot Peran Industri...
Genjot Peran Industri Elektronika, Compal Group Lirik Investasi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Industri elektronika di Indonesia diyakini akan semakin kuat struktur manufakturnya seiring masuknya sejumlah investor baru. Peningkatan investasi ini selain dapat memacu kapasitas produksi dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, juga diharapkan menghasilkan produk substitusi impor.

“Industri elektronika ini terus kami genjot pengembangannya agar mampu berperan sebagai sektor penghasil devisa yang signifikan, dan sektor ini menjadi industri berbasis dalam negeri," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Lebih lanjut Menperin mengungkapkan, salah satu investor industri elektonik yang telah menyatakan minatnya bakal menggelontorkan dananya di Indonesia, yaitu Compal Group. “Compal adalah salah satu produsen produk Apple seperti iPad dan iWatch yang akan masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Airlangga menambahkan, Compal sedang mencari lokasi baru untuk basis produksinya. Salah satu lokasi yang dibidiknya adalah Indonesia. “Mereka lagi mengkaji. Dalam penjajakannya, mereka melihat lokasi baru di ASEAN dan akan minat masuk investasi di Indonesia," tuturnya.

Menperin pun menyambut baik rencana investasi dari Compal Group tersebut. “Dengan adanya fasilitas insentif tax holiday yang kami tawarkan, mereka sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Menperin, saat ini Compal memproduksi beragam produk elektronik dan sudah punya pasar yang besar. “Mereka produsen iPad, Apple Watch dan banyak produk lain. Untuk market share dunia mendekati 25% dan mereka produsen dari hampir semua mini notebook,” imbuhnya.

Dalam perkembangannya, Compal Group menjadi perusahaan manufaktur produk 5C seperti notebook computers, tablets, wearable devices, dan smartphones. Selain itu mereka berupaya mengintegrasikan produknya menjadi aplikasi IoT untuk menciptakan smart house, smart car, dan smart health careuntuk menjadi penyedia solusi yang terbaik.

Pada tahun 2007, mereka memiliki pabrik di Vietnam, kemudian memiliki service center di Polandia dan pabrik di Brasil. Compal telah menyerap tenaga kerja sebanyak 80.000 orang di seluruh dunia. Saat ini, Compal didukung dengan manajemen dan R&D yang solid.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Harjanto mengemukakan, niat Compal untuk mencari lokasi produksi baru karena dampak perang dagang China-AS, sehingga perlu ada diversifikasi pasar. “Mereka melihat pasar dalam negeri kita cukup besar. Kalau dia jadi masuk, akan membangun satu klaster dengan vendornya,” ungkapnya.

Menurut Harjanto, dalam upaya memfasilitasi investasi sektor industri yang masuk ke Indonesia, pemerintah terus mengakselerasi sejumlah pembagunan kawasan industri yang terintegrasi dengan infrastruktur penunjang seperti pelabuhan. “Hal ini agar bisa cepat untuk suplai bahan bakunya,” ujarnya. Sebab, akan memacu nilai tambah dan daya saing produk dalam negeri agar bisa ekspor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskusi SNI Elektronika...
Diskusi SNI Elektronika dengan Kementerian Perindustrian
Dukung SNI Produk Elektronika,...
Dukung SNI Produk Elektronika, Kemenperin Siapkan Lab Uji Modern
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Dorong Investasi, Kemenperin...
Dorong Investasi, Kemenperin Pacu TKDN Produk Elektronik
Industri Elektronik...
Industri Elektronik di Cikarang Ekspor 40 Ribu Unit Set Top Box ke Brasil
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
20 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
31 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
57 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved