Waspadai Fintech Ilegal di Ekosistem P2P Lending

Sabtu, 21 September 2019 - 06:38 WIB
Waspadai Fintech Ilegal...
Waspadai Fintech Ilegal di Ekosistem P2P Lending
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan financial technology (fintech) kian pesat pesat melalui Platform Peer to Perr (P2P) Lending. Namun, pertumbuhan tersebut masih menyisakan celah bagi fintech ilegal yang membawa dampak buruk bagi produk keuangan yang sedang tumbuh itu.

"Fenomena fintech ilegal dan rentenir di Indonesia sudah seperti gunung es, terlihat kecil namun di bawah sebenarnya sangat besar, tidak terekspos padahal jumlahnya banyak," ujar CEO & Co-Founder Danain, Budiardjo Rustanto di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Dia mengatakan, hal itu merupakan tren negatif yang harus segera diselesaikan. Sebab penyelenggara fintech ilegal memanfaatkan teknologi bukan untuk membantu masyarakat, tapi malah menyengsarakan.

"Fenomena seperti itu tentu sangat memprihatinkan. Sebagai pelaku di industri fintech, kami merasa tak cukup hanya mengimbau orang untuk tidak bertransaksi di fintech ilegal," tegasnya.

Budiardjo mengungkapkan, pihaknya terus memberikan edukasi dan menilai perlu memberikan solusi atas permasalahan tersebut. "Bagaimanapun masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang produktif, namun terkadang butuh uang untuk keadaan darurat. Karena itulah kami menghadirkan Danain Kasbon sebagai solusi," cetusnya.

Budiardjo menambahkan, pihaknya terus melakukan inovasi dengan merilis Danain Kasbon, untuk memudahkan para karyawan yang membutuhkan pinjaman. "Namun perusahaan terlebih dulu harus bekerja sama dengan Danain untuk melakukan integrasi sistem. Setelahnya, barulah karyawan bisa mengajukan pinjaman melalui Danain Kasbon sesuai plafon yang ditentukan HRD perusahaan," katanya.

Budi mengklaim, produk yang dirilis itu bisa menjadi solusi bagi karyawan yang sudah terjerat pinjaman online ilegal atau pinjaman lain yang berbunga tinggi. "Dengan Danain Kasbon, karyawan bisa melakukan restrukturisasi pinjaman secara bertahap," ucapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tahun Penuh Tantangan...
Tahun Penuh Tantangan Bagi Fintech P2P, AFPI: Saatnya Bangkit
Fintech Syariah Raih...
Fintech Syariah Raih Penghargaan Internasional sebagai Best Crowdfunding Islamic Platform
Pelaku Bisnis Fintech...
Pelaku Bisnis Fintech P2P Lending Bagikan Tips agar Calon Borrower Tak Gagal Bayar
Salurkan Pembiayaan...
Salurkan Pembiayaan Rp 3,9 Triliun, Fintech P2P Lending Ini Menegaskan Posisinya
Marak Fintech Ilegal...
Marak Fintech Ilegal yang Meresahkan, Kenali Ciri-cirinya!
Investasi Fintech P2P...
Investasi Fintech P2P Lending Moncer saat Wabah Virus Corona
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
2 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
3 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
4 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
4 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
4 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved