Respons Keluhan Jokowi Soal Banjir Impor Tekstil, Sri Mulyani: Bukan Lewat PLB

Jum'at, 04 Oktober 2019 - 17:29 WIB
Respons Keluhan Jokowi...
Respons Keluhan Jokowi Soal Banjir Impor Tekstil, Sri Mulyani: Bukan Lewat PLB
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan, tidak akan banjir impor produk industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) melalui Pusat Logistik Berikat (PLB). Hal ini diterangkan setelah meninjau PLB Dunia Express Sunter pada hari ini, setelah sebelumnya mengaku mendapatkan keluhan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait banjir impor tekstil.

Lebih lanjut terang Menkeu, ada dua poin utama yang memastikan bahwa tudingan terjadinya banjir produk TPT melalui PLB tidak benar. Pertama, importasi TPT melalui PLB sangat kecil. Pada tahun ini impor TPT melalui PLB hanya mencapai 4,1% dari total impor nasional, dimana porsi impor ini jauh lebih kecil dibanding dengan pintu impor lain.

"Jadi impor ada yang dari produsen sendiri, atau impor yang melalui umum atau biasa. Persoalannya bukan di PLB, kita harus mencari tahu dimana," ujar Menkeu di Jakarta,Jumat (4/10/2019).

Sambung Sri Mulyani menyebutkan, bahwa dari total impor melalui PLB, 77% di antaranya adalah produk dengan kategori yang perlu mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), persetujuan impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan laporan Surveyor. Dengan demikian, mayoritas produk industri TPT yang masuk melalui PLB memerlukan pengawasan yang jauh lebih ketat.

"Jadi kalau nyelundup (barang)m teoritisnya tidak menggunakan PLB. Dia harus presentasi dulu ke kanwil, harus punya NPWP, rencana kerja," papar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pihaknya memang menemukan ada 15 pelaku usaha yang memalsukan keterangan produk, agar tidak perlu mendapat rekomendasi Kemenperin dan persetujuan Kemendag. Meskipun demikian, para pelaku usaha curang tersebut dapat dipastikan tidak dapat mengimpor barangnya melalui PLB. Sebab, PLB melakukan pengecekan langsung sampai ke dalam produk impor.

"DJBC (Direktorat Jenderal Bea Cukai) akan melakukan pengawasan kepada importasi TPT melalui sinergi dengan DJP, serta pengawasan fisik melalui patroli terutama untuk mencegah penyelundupan Balepress (baju bekas)," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Sebut Kawasan...
Menperin Sebut Kawasan Berikat dan Pusat Logistik Jadi Pintu Masuk Impor Ilegal
Peresmian Kawasan Berikat...
Peresmian Kawasan Berikat SIOEN Semarang Asia, Dorong Ekspansi Ekspor Garmen Asal Kendal
Korea Hightech Indonesia...
Korea Hightech Indonesia Terima Izin Fasilitas Kawasan Berikat
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
API Minta Pemerintah...
API Minta Pemerintah Ambil Tindakan untuk Pulihkan TPT Nasional
Kejati DKI Berhasil...
Kejati DKI Berhasil Selamatkan Keuangan BUMD Rp189 Miliar
Berita Terkini
Krakatau Posco Tanamkan...
Krakatau Posco Tanamkan Budaya Keselamatan kepada Generasi Muda
10 menit yang lalu
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
23 menit yang lalu
BCA Buka Pendaftaran...
BCA Buka Pendaftaran Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027
1 jam yang lalu
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
1 jam yang lalu
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
2 jam yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
2 jam yang lalu
Infografis
Timnas AMIN Ingin Hadirkan...
Timnas AMIN Ingin Hadirkan Sri Mulyani dan Tri Rismaharini di MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved