Ekspor Industri Batik Capai USD20,54 Juta, Menperin Agus: Didominasi IKM

Senin, 28 Oktober 2019 - 14:15 WIB
Ekspor Industri Batik...
Ekspor Industri Batik Capai USD20,54 Juta, Menperin Agus: Didominasi IKM
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) nasional tenun dan batik untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi agar lebih berdaya saing di pasar domestik dan internasional. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, industri batik memiliki peran penting bagi perekonomian nasional.

Dia pun menyebutkan nilai ekspor batik dan produk batik selama periode Januari sampai dengan Agustus 2019 mencapai USD20,54 juta dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. "Industri batik menjadi penggerak perekonomian regional dan nasional, penyedia lapangan kerja, serta penyumbang devisa negara. Industri batik didominasi oleh Industri Kecil dan Menengah yang tersebar di 101 sentra," ujar Agus di Gedung Kemenperib b di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Sambung dia menerangkan, industri batik nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di atas rata-rata dunia. Indonesia menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia. Adapun perdagangan produk pakaian jadi dunia yang mencapai USS479 miliar menjadi peluang besar bagi industri batik untuk meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

"Batik menjadi identitas bangsa yang semakin populer dan mendunia. Batik saat ini bertransformasi menjadi berbagai bentuk fesyen, kerajinan dan home decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri," jelasnya.

Kemenperin ungkapnya, terus berupaya mengembangkan industri batik nasional. Program peningkatan kompetensi SDM, kualitas produk, standardisasi, restrukturisasi mesin peralatan, fasilitasi mesin/ peralatan serta promosi dan pameran diberikan kepada para perajin dan pelaku usaha batik untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas produksinya.

"Sementara itu untuk meningkatkan akses pasar Kementerian Perindustrian juga memiliki program e-Smart IKM. Kami juga mendorong agar industri batik memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR dan lembaga pembiayaan perbankan / non perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada! Negara Lain...
Waspada! Negara Lain Coba Membajak Batik Indonesia
IKM Pangan Capai 1,86...
IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik
Penjualan Sepeda Melonjak,...
Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran
Innovating Jogja 2020...
Innovating Jogja 2020 Tumbuhkan IKM Kerajinan dan Batik di Masa Pandemi
Resep Kemenperin Lezatkan...
Resep Kemenperin Lezatkan IKM Pangan
Kemenperin Ungkap Pentingnya...
Kemenperin Ungkap Pentingnya Implementasi Digital untuk IKM
Berita Terkini
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
22 menit yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
1 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
1 jam yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
2 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
3 jam yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
3 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved