Airlangga Berharap BI Bisa Turunkan Suku Bunga Lagi

Jum'at, 22 November 2019 - 00:02 WIB
Airlangga Berharap BI...
Airlangga Berharap BI Bisa Turunkan Suku Bunga Lagi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate) di level 5,00%.

Airlangga menyatakan eputusan BI sudah tepat, mengingat tekanan dari sektor eksternal masih cukup besar, utamanya berasal dari masih tingginya risiko global seiring masih adanya ketidakpastian, seperti masih adanya perang dagang China dan Amerika Serikat, serta berlarut-larutnya proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Meski demikian, Airlangga berharap BI membuka peluang untuk menurunkan suku bunga acuan ke depannya. Hal ini untuk menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil di masa datang.

Airlangga pun menjelaskan sejumlah pertimbangan agar BI membuka peluang untuk kembali menurunkan suku bunga. "Pertama, tren penurunan inflasi, dalam rilis terkininya (periode Oktober 2019) BPS melaporkan angka inflasi 3,13% (yoy) atau masih berada pada kisaran target yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 3,5 ± 1% pada tahun 2019," terang Airlangga di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Lanjut dia, pertimbangan kedua adalah adanya terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikta (USD) di kisaran Rp14.000 per USD.

"Ketiga, suku bunga kebijakan BI saat ini sebesar 5% masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara berkembang lainnya," jelasnya.

Airlangga menambahkan secara riil dengan mengurangi angka inflasi dari suku bunga kebijakan, suku bunga di Indonesia masih menarik dibandingkan Thailand dan Taiwan, dan sama menariknya dengan Malaysia. "Filipina sebesar 4%, Malaysia sebesar 3%, dan Thailand sebesar 1,5%," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jaga Inflasi dan Rupiah,...
Jaga Inflasi dan Rupiah, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp14.983, Khawatir Kenaikan Suku Bunga
Jaga Nilai Tukar Rupiah...
Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan
Rupiah Ambruk, Pemangkasan...
Rupiah Ambruk, Pemangkasan Suku Bunga Acuan BI Bakal Berisiko
Nilai Tukar Rupiah Terdongkrak...
Nilai Tukar Rupiah Terdongkrak Kebijakan Suku Bunga Acuan BI
Suku Bunga Acuan Juli...
Suku Bunga Acuan Juli 2024 Kembali Ditahan di Level 6,25%, Begini Alasan BI
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved