Pernyataan Trump Buat Rupiah Tertekan ke Rp14.122

Rabu, 04 Desember 2019 - 10:49 WIB
Pernyataan Trump Buat...
Pernyataan Trump Buat Rupiah Tertekan ke Rp14.122
A A A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa kesepakatan dagang dengan China harus menunggu sesudah Pemilu AS pada November 2020, menambah ketidakpastian dagang global. Hal ini membuat investor terus berpegang pada aset safe haven, yen Jepang dan franc Swiss.

Keuntungan aset safe haven menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Data Bloomberg mencatat kurs rupiah terhadap dolar AS pada Rabu (4/12/2019), tertekan 7 poin atau 0,05% ke Rp14.122 per USD. Selasa lalu, rupiah pulang menguat ke Rp14.115 per USD.

Hal sama terpantau di Yahoo Finance. Mata uang kecintaan kita terkapar 20 poin atau 0,14% menjadi Rp14.120 per USD, berbanding penutupan Selasa kemarin yang menguat di Rp14.100 per USD.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.125 per USD, menguat 5 poin dibanding posisi Rp14.130 per USD pada Selasa kemarin.

"Pernyataan Trump soal "tidak memiliki deadline" untuk perjanjian dengan China telah melemahkan sentimen pasar keuangan. Karena gesekan perdagangan dapat makin melemahkan perekonomian global," ujar Takuya Kanda, general manager Gaitame.com Research Institute di Tokyo.

Investor pun memilih melepas dolar AS dan membeli mata uang Jepang dan Swiss, selama masa ketidakpastian ini. Melansir dari Reuters, Rabu (4/12/2019), indeks USD terhadap enam mata uang utama melemah ke 97,737.

Hasil tersebut membuat yen Jepang berdiri kokoh di 108,54 melawan dolar AS, mendekati level terkuat sejak 22 November. Franc Swiss menguat di level 0,9875 melawan dolar AS, mendekati level tertinggi sejak 4 November.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
PLN EPI Dorong Standardisasi...
PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu
17 menit yang lalu
Pengusaha Minta Transisi...
Pengusaha Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Kredibel
32 menit yang lalu
Prioritaskan Lingkungan,...
Prioritaskan Lingkungan, PT Dairi Prima Mineral Pilih Tambang Bawah Tanah
32 menit yang lalu
Rupiah Tembus 18.009...
Rupiah Tembus 18.009 per Dolar AS, Pasar Respons Negatif Mundurnya Bos BI
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Jatuh ke 6.185 di Tengah Mundurnya Bos BI
2 jam yang lalu
Purbaya Bakal Menemui...
Purbaya Bakal Menemui Pejabat BI usai Perry Warjiyo Mundur
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved