Pakai Dua Skema Kontrak, 12 Blok Migas Akan Dilelang Tahun Ini

Rabu, 15 Januari 2020 - 14:28 WIB
Pakai Dua Skema Kontrak,...
Pakai Dua Skema Kontrak, 12 Blok Migas Akan Dilelang Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan melakukan lelang wilayah kerja migas tahun ini sebanyak 12 blok migas. Rinciannya terdiri dari 10 wilayah kerja konvesional dan 2 wilayah kerja non konvensional.

"Kami sedang siapkan. Untuk tahap pertama, 10 wilayah kerja konvensional terlebih dulu. Harapannya bulan Maret atau April 2020 sudah bisa dilelang," ujar Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas pada Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Mustafid Gunawan, di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Menurut dia, setelah wilayah kerja konvensional berhasil di lelang, baru akan dilanjutkan penawaran blok migas non konvensional. Pasalnya persiapan lelang wilayah kerja migas non konvensional membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan blok konvensional. Terlebih blok migas non konvensional kurang menarik bagi investor dibandingkan dengan blok migas non konvensional.

"Terkait non konvensional, kami masih mencari supaya lebih menarik lagi karena sudah lama tidak dilelang," terang dia.

Mustafid menambahkan pada lelang tahun ini, pemerintah memutuskan untuk memberikan keleluasaan bagi investor memilih dua skema kontrak bagi hasil, yakni menggunakan cost recovery (production sharing contract/PSC) dan gross split. Dengan menerapkan fleksibiltas skema kontrak, diharapkan investasi hulu migas lebih menarik di mata investor. Saat ini, Kementerian ESDM sedang mengevaluasi skema kontrak sebelum nantinya ditawarkan kepada investor.

"Kami secara teknis sedang menyiapkan untuk skemanya, baik itu cost recovery maupun gross split. Namun yang jelas dari pimpinan terbuka tergantung hasil teknis," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto. Pihaknya menyatakan pada lelang wilayah kerja migas tahun ini akan diterapkan dua skema kontrak migas yakni cost recovery dan gross split.

Adapun saat ini pihaknya sedang mengkaji supaya dua skema kontrak tersebut dapat seimbang secara keekonomian. "Kita sedang mencari supaya bagi hasil cost recovery maupun gross split dapat seimbang, karena split untuk cost recovery pemerintah lebih besar karena menanggung biaya kontraktor sedangkan gross split bagi hasil pemerintah lebih kecil. Jadi perlu waktu untuk menyeimbangkan dua skema ini," kata dia.

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Migas tahun lalu berhasil melelang tiga wilayah kerja migas antara lain Blok Anambas, Blok Selat Panjang dan West Ganal. Dari hasil lelang tersebut pemerintah mengantongi bonus tandatangan USD37,6 juta. Selain itu, pemerintah juga melakukan alih kelola/perpanjangan kontrak wilayah kerja dengan bonus tandatangan sebesar USD1,04 miliar. Sementara realisasi investasi migas tahun lalu sebesar USD12,5 miliar dibawah target yang ditetapkan sebesar USD13,80 miliar.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pikat Investor, Sri...
Pikat Investor, Sri Mulyani Izinkan Kontraktor Migas Pilih Gross Split atau Cost Revocery
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Kementerian ESDM: Manajemen...
Kementerian ESDM: Manajemen Risiko Mutlak bagi Bisnis Migas
Kementerian ESDM Usulkan...
Kementerian ESDM Usulkan Industri Hulu Migas Bebas Pajak
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
8 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
10 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved