Fitch Pertahankan Rating RI, Ekonom: Bunga Utang Masih Mahal

Senin, 27 Januari 2020 - 12:52 WIB
Fitch Pertahankan Rating...
Fitch Pertahankan Rating RI, Ekonom: Bunga Utang Masih Mahal
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) mengafirmasi peringkat sovereign credit rating Indonesia pada level BBB/outlook stabil (Investment Grade) pada 24 Januari 2020.

Ekonom Indef Bhima Yudisthira mengatakan, adanya laporan fitch ini belum bisa membuat bunga utang rendah. Bahkan saat ini bunga utang pemerintah masih cukup mahal.

"Dengan rating BBB pada akhirnya bunga utang pemerintah masih cukup mahal, saat ini 6,8% untuk tenor 10 tahun. Padahal Filipina dengan rating yang sama BBB memiliki bunga utang 4,68% lebih rendah dari Indonesia," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Dia menambahkan, Fitch tidak menaikan rating, hanya mempertahankan. Masih ada beberapa tantangan ekonomi yang jadi perhatian seperti penerimaan pajak yang rendah yang perlu dibenahi. "Penerimaan pajak perlu dibenahi dan kapasitas ekonomi ditunjukkan oleh Produk Domsetik Bruto (PDB) per kapita tertinggal dari negara lain," jelasnya.

Sebagai informasi, menurut pandangan Fitch, beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi rating tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara peers dengan rating yang sama.

Pada sisi lain, Fitch menggarisbawahi tantangan yang masih dihadapi yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta indikator struktural seperti tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers rating.

Fitch memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap resilien pada beberapa tahun mendatang, didukung berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik dan agenda reformasi pada periode kedua Presiden Joko Widodo.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani Raih Utang...
Sri Mulyani Raih Utang Rp224 Triliun untuk Antisipasi Suku Bunga
Mengenal Fitch Ratings,...
Mengenal Fitch Ratings, Lembaga yang Turunkan Peringkat Utang AS
Iran Rancang Serangan...
Iran Rancang Serangan Balasan, Fitch Ratings Beri Peringatan Keras ke Israel
Sri Mulyani Bakal Bayar...
Sri Mulyani Bakal Bayar Bunga Utang Rp552 Triliun Tahun Ini, Lebih Besar dari 2024
Purbaya Tak Terima Outlook...
Purbaya Tak Terima Outlook Rating Utang Indonesia Dipangkas Jadi Negatif
AS Bayar Bunga Utang...
AS Bayar Bunga Utang Tembus Rp15.435 Triliun, Rekor Tertinggi dalam Sejarah
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
20 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
31 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
55 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved