Harga Garam Jatuh, Pemerintah Janji Tak Biarkan Petambak Sengsara

Jum'at, 31 Januari 2020 - 12:58 WIB
Harga Garam Jatuh, Pemerintah...
Harga Garam Jatuh, Pemerintah Janji Tak Biarkan Petambak Sengsara
A A A
JAKARTA - Pemerintah berjanji mencari solusi untuk menstabilkan kembali harga garam lokal yang saat ini tengah jatuh, sehingga petambak garam tidak dirugikan.

Hal itu dikemukakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat berdialog dengan petani garam, pelaku industri perikanan, dan nelayan di kabupaten Pati, Jawa Tengah, Kamis (30/1). Mereka mengeluhkan harga garam yang saat ini berada di level Rp250 per kilogram dari yang sebelumnya bisa mencapai ribuan per kilogramnya. Mereka beranggapan jatuhnya harga garam karena ramainya impor.

Menteri Edhy mengaku sudah berkoordinasi dengan Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan, untuk memecahkan persoalan tersebut. Dia juga sangat ingin garam dalam negeri semuanya terserap dan harganya kembali stabil sehingga tidak ada petani yang merugi.

Menurut dia, koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian PUPR untuk pembangunan infrastuktur jalan menuju lokasi tambak karena salah satu penyebab tingginya ongkos produksi garam adalah tingginya biaya angkut garam dari tambak menuju lokasi penyimpanan.

"Semua kita lakukan secara koordinasi. Tapi yang perlu digarisbawahi, pemerintah tidak akan membiarkan petambak garamnya sengsara," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (31/1/2020).

Kabupaten Pati merupakan daerah dengan produktivitas garam tertinggi kedua di Indonesia setelah Madura. Tahun lalu, daerah ini menghasilkan 350.000 ton garam. Sementara untuk produksi garam secara nasional mencapai 2,85 juta ton.

Tingginya angka produksi tak lepas dari program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) yang menerapkan berbagai inovasi teknologi produksi, seperti geomembran dan integrasi lahan.

Dalam kunjungan kerjanya di Pati, Menteri Edhy menyerahkan sejumlah bantuan pemerintah, di antaranya benih ikan, pinjaman untuk permodalan bagi kooperasi dan pembudidaya, dan bantuan geomembran.

Pada kesempatan tersebut Menteri Edhy juga meresmikan Gudang Garam Nasional (GGN) di Kabupaten Pati. Peresmian ini mewakili lima GGN lainnya yang tersebar di berbagai daerah, yakni Demak, Jepara, Indramayu, Pamekasan dan Aceh Utara dengan nilai pembangunan masing-masing Rp2,5 miliar.

Peresmian GGN di Pati ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Menteri Edhy yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati Pati, Wakil Bupati Pati, Anggota DPD dan DPR daerah pemilihan Jateng, Deputi Bidang Kemaritiman Sekretariat Kabinet, dan pejabat lainnya.

Edhy menerangkan, enam GGN yang diresmikan masing-masing berkapasitas 2.000 ton, sehingga total daya tampungnya menjadi 12.000 ton. Pembagunan GGN bertujuan memudahkan petani garam mudah dalam menyimpan hasil panen sehingga kualitas garam yang diproduksi tetap terjaga.

"Untuk para petambak garam di lapangan, ini sudah ada akses pergudangan. Diharapkan bisa menampung garam saat musim panen, sehingga kualitasnya terjaga," ungkapnya.

Dengan diresmikannya GGN di Pati, total gudang yang sudah dibangun di Jawa Tengah sebanyak sembilan unit. Tiga lainnya ada di Brebes dengan rincian dua berkapasitas 2.000 ton dan sisanya 1.000 ton. Satu lainnya ada di Rembang dengan kapasitas penyimpanan 1.000 ton.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Output Pencucian Garam...
Output Pencucian Garam Disebut Belum Memenuhi Kebutuhan Industri
Bakal Impor Lagi, Garam...
Bakal Impor Lagi, Garam Rakyat Terjual 200 Ton Sebulan
Asinnya Kritik Anggota...
'Asinnya' Kritik Anggota DPR atas Rencana Impor Garam
Banyak Menteri Terpental...
Banyak Menteri Terpental Gara-gara Impor Garam, Susi Pudji Disebut dan Maria Elka
Bukan hanya Beras, Pemerintah...
Bukan hanya Beras, Pemerintah Juga Akan Impor Garam 3 Juta Ton
Kejagung: Susi Pudjiastuti...
Kejagung: Susi Pudjiastuti Diperiksa untuk Mengetahui Kuota Impor Garam Industri
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
3 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
6 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
52 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved