Batik Air Siapkan Penerbangan ke Wuhan Jemput WNI

Jum'at, 31 Januari 2020 - 23:49 WIB
Batik Air Siapkan Penerbangan...
Batik Air Siapkan Penerbangan ke Wuhan Jemput WNI
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri merencanakan penjemputan warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, mengatakan rencana penjemputan masih menunggu keputusan Kemenlu. "Semua keputusan ada di Kemenlu. Kami menunggu perintah karena koordinasinya berpusat di sana," ujarnya di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Adapun rencana penjemputan akan menggunakan maskapai Batik Air pada Sabtu, 1 Februari 2020. Rencananya penerbangan dilakukan di Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta pada pagi hari.

Informasi tersebut dipastikan setelah Batik Air mengirimkan surat permohonan izin prinsip penerbangan sewa (charter) untuk dua pesawat berbadan besar Airbus A330 Batik Air.

"Ya betul, kami sudah menerima surat permohonan itu tetapi ada prosedur yang memang harus dilakukan karena ini kaitannya dengan karantina dan sebagainya," pungkas Novie.

Direktur Lion Air Group Edward Sirait juga membenarkan rencana penjemputan tersebut. "Benar (penjemputan) Batik Air akan menggunakan pesawat A330. Untuk operasinya seperti apa, kami masih menunggu dari pemerintah pusat," ungkap Edward Sirait ketika dihubungi SINDOnews.

Namun Edward hanya berkomentar singkat ketika ditanya perihal mekanisme penjemputan. "Sudah itu dulu ya. Yang jelas kami masih menunggu dari pemerintah pusat teknisnya bagaimana," pungkasnya.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, merebaknya virus corona harus ditangani dengan sangat hati-hati. Dia menyayangkan bahwa seharusnya ada leading sektor yang menjadi corong sehinggga tidak menimbulkan tanda tanya.

"Setidaknya ada kepastian. Yang mengurusi soal urusan administrasi ada Kemenlu. Soal fasilitasi penerbangan ada Kemenhub dan yang lebih penting ada Kementerian Kesehatan dalam hal proses penanganannya," ucapnya.

Dia menambahkan, kehati-hatian diperlukan sebab pemerintah China juga sangat waspada menangani terjangkitnya virus corona yang sudah mewabah di sebagian besar belahan dunia.

"Saya kira memang kita perlu standar operasional yang paten untuk kasus-kasus seperti ini. Kita sadar pemerintah bergerak, tapi di satu sisi, informasinya yang sampai kepada masyarakat juga harus jelas atau satu pintu," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pesawat Lion Air Nomor...
Pesawat Lion Air Nomor JT-173 Tergelincir, Ini Penjelasan Kemenhub
Kinerja BBKFP Tembus...
Kinerja BBKFP Tembus Target, 2020 Perluas Pasar dan Launching Wisata Terbang
Orang-orang Jadi Takut...
Orang-orang Jadi Takut Terbang Lagi Seiring Kasus Covid-19 Meningkat
Kapasitas Penumpang...
Kapasitas Penumpang Pesawat Akan Diizinkan 100% Secara Berkala
Registrasi Penggunaan...
Registrasi Penggunaan Drone Makin Mudah, Kini Bisa Online
Penumpang Domestik Anjlok...
Penumpang Domestik Anjlok 90%, Kembalikan Kepercayaan Terbang Lagi Jadi Concern
Berita Terkini
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
22 menit yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
45 menit yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
58 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
1 jam yang lalu
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
2 jam yang lalu
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved