Redam Dampak Virus Corona ke Ekonomi AS, The Fed Pangkas Suku Bunga 50 Bps

Rabu, 04 Maret 2020 - 10:14 WIB
Redam Dampak Virus Corona...
Redam Dampak Virus Corona ke Ekonomi AS, The Fed Pangkas Suku Bunga 50 Bps
A A A
WASHINGTON - The Fed alias Bank Sentral Amerika Serikat (AS) telah memangkas suku bunga acuan, sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari wabah virus corona (Covid-19) yang terus menyebar dengan cepat. Federal Reserve menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin ke kisaran 1% sampai 1,25%.

Langkah darurat ini terjadi setelah kelompok Menteri Keuangan G7 melakukan tindakan awal pada hari Selasa. Kebijakan ini mengikuti peringatan bahwa perlambatan ekonomi yang berasal dari wabah corona bisa berujung menjadi resesi ekonomi.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan, perekonomian AS tetap kuat tetapi sulit untuk memprediksi "besarnya dan persistensi" efek dari virus corona yang terus menyebar. "Virus dan tindakan yang sedang diambil untuk mengantisipasi pasti akan menimbang aktivitas ekonomi untuk beberapa waktu, baik di sini dan di luar negeri," katanya pada konferensi pers di Washington.

"Saya pikir kami tidak memiliki semua jawaban. Tapi kami percaya bahwa tindakan kami akan memberikan dorongan bermakna untuk perekonomian," ujar Jerome Powell.

Terakhir kali bank melakukan pemotongan suku bunga pada pertemuan darurat selama krisis keuangan global 2008. Keputusan bulat merupakan "perputaran dramatis dari minggu lalu", ketika banyak pejabat Fed tampak yakin bahwa tingkat suku bunga berada pada level terendah dalam sejarah sehingga tidak perlu ada kebijakan lanjutan suku bunga rendah.

Hal itu disampaikan oleh Paul Ashworth selaku kepala ekonom AS di Capital Economics. "Dengan pasar keuangan dalam kekacauan dan bukti yang ada memperlihatkan bahwa virus corona berkembang menjadi pandemi, perubahan arah Fed sepenuhnya bisa dimengerti," katanya.

Powell mengatakan Bank percaya tingkat pemotongan suku bunga akan membantu memperkuat kepercayaan konsumen dan bisnis, dan menyimpan uang yang mengalir. Sementara banyak analis dalam beberapa hari terakhir mengatakan mereka berharap Fed segera bertindak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resesi AS Sudah Lewat,...
Resesi AS Sudah Lewat, CEO Bank of America Ramal Fed Pangkas Suku Bunga 2 Kali
Mengejutkan, Ekonomi...
Mengejutkan, Ekonomi AS di Kuartal IV 2023 Tumbuh Lebih Cepat dari Perkiraan
Inflasi AS di Atas Ekspektasi!...
Inflasi AS di Atas Ekspektasi! Januari 2024 Tembus 3,1%
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Melemah Usai The Fed Jaga Suku Bunga Tetap Stabil
Inflasi AS Sentuh 3,5%,...
Inflasi AS Sentuh 3,5%, The Fed Diragukan Potong Suku Bunga
Inflasi AS Sentuh Level...
Inflasi AS Sentuh Level Terendah Dua Tahun, Akhir Suku Bunga Tinggi The Fed?
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved