Penurunan Harga Gas Berpotensi Turunkan Tarif Dasar Listrik

Sabtu, 21 Maret 2020 - 05:55 WIB
Penurunan Harga Gas...
Penurunan Harga Gas Berpotensi Turunkan Tarif Dasar Listrik
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) menyampaikan dampak insentif penurunan harga gas untuk pembangkit listrik sebesar USD6 per MMBTU berpotensi menurunkan tarif listrik. Meski begitu, perlu mempertimbangkan komponen lain seperti harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), inflasi, harga batu bara dan kurs rupiah.

“Kita juga akan melihat perhitungan Biaya Pokok Produksi (BPP). Apakah dengan penurunan harga gas sebesar USD6 per MMBTU terus turun, tentu tidak. Apalagi kurs rupiah rata-rata tembus Rp16.000 per dolar AS,” ujar Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Abumanan, di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Menurut dia, penurunan harga gas juga tidak bisa secara otomatis terjadi. Sebab, PLN masih terlebih dulu melakukan amandemen kontrak dengan penyedia gas karena sifatnya business to business (b to b). “Jadi memang harus dilakukan negosiasi dengan harga baru melalui mekanisme b to b,” ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan bahwa penurunan tarif dasar listrik juga tidak dapat diputuskan sepihak oleh perusahaan. Adapun penyesuaian tarif tenaga listrik harus diputuskan bersama pemerintah selaku regulator. “Betul jadi memang harus dipertimbangkan bersama-sama,” kata dia.

Djoko mengatakan bahwa telah melakukan simulasi untuk menghitung potensi penghematan dan penurunan tarif listrik apabila harga gas pembangkit nantinya masuk dalam penurunan harga gas sebesar USD6 per MMBTU.

Apabila dihitung berdasarkan asumsi harga rata-rata gas pembangkit tahun lalu sebesar USD8,39 per MMBTU maka pemakaian gas PLN mencapai Rp60,98 triliun. Sementara kebutuhan subsidi sebesar Rp54,79 triliun dan kompensasi Rp 34,10 triliun.

Namun, jika harga gas dipatok di angka USD6 per MMBTU, maka biaya pemakaian gas turun menjadi Rp47,95 triliun. Kebutuhan subsidi pun bisa di tekan ke angka Rp51,50 triliun dan biaya kompensasi bisa diturunkan menjadi Rp23,79 triliun.

Dengan demikian, biaya yang dihemat PLN dari penurunan harga gas tersebut mencapai Rp13,03 triliun dan mampu menekan subsidi sebesar Rp3,29 triliun, serta bisa menghemat kompensasi sebanyak Rp10,31 triliun.

Terkait simulasi perhitungan tarif listrik, penurunan harga gas pembangkit berpotensi menurunkan tarif listrik untuk tegangan rendah dari Rp 1.482,81 per kWh menjadi Rp1.414,30 per kWh. Sementara untuk tegangan menengah, turun dari Rp1.219,45 per kWh menjadi Rp1.156,24 per kWh.

Adapun, untuk tegangan tinggi turun dari Rp1.131,01 per kWh menjadi Rp 1.069,64 per kWh. Secara rata-rata dari ketiga tegangan tersebut, tarif listrik bisa turun dari Rp1.368,51 per kWhmenjadi Rp 1.302,31 per kWh.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pasok Listrik Buat Industri,...
Pasok Listrik Buat Industri, KDL Dapat Harga Gas USD6 per MMBTU
Subsidi Gas Industri...
Subsidi Gas Industri Perlu Dikaji Ulang, Ini Alasannya
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Gara-Gara Harga Gas,...
Gara-Gara Harga Gas, Industri Baja Belum Dapat Dukungan dari Tarif Listrik
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Evaluasi Harga Gas Bumi
Waduh, Harga Gas Murah...
Waduh, Harga Gas Murah Belum Dinikmati Industri Oleokimia
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved