Pasok Listrik Buat Industri, KDL Dapat Harga Gas USD6 per MMBTU

Rabu, 24 Maret 2021 - 15:10 WIB
loading...
Pasok Listrik Buat Industri,...
PT Krakatau Daya Listrik (KDL) akan memperoleh harga gas bumi yang lebih murah dari pemerintah, yakni USD6 per MMBTU. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Krakatau Daya Listrik (KDL) meminta pemerintah untuk memperoleh harga gas bumi yang lebih murah, yakni sebesar USD6 per MMBTU. Dasarnya, listrik yang diproduksi KDL dinikmati oleh Krakatau Steel Group dan industri lain di kawasan Cilegon.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian ESDM tengah merevisi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 91 K/12/MEM/2020 tentang Harga Gas Bumi di Pembangkit Tenaga Listrik.

"Usulan KDL dalam revisi Kepmen ESDM Nomor 91 K saat ini sedang dalam proses. Harapannya minggu ini bisa selesai revisinya," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (24/3/2021).

Tutuka melanjutkan, tahun ini direncanakan alokasi gas sebesar 11,5 BBTUD sampai dengan tahun 2022 dengan harga USD6 per MMBTU dari sebelumnya USD8,5 per MMBTU. Kemudian di tahun 2022 naik menjadi 20,4 BBTUD dengan harga yang sama. "SKK Migas melakukan simulasi dan kita harapkan simulasi SKK Migas sampai tahun 2024," ungkapnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menetapkan harga gas industri di 7 sektor manufaktur berbasis gas maksimal sebesar USD6 per MMBTU sejak April 2020. Penurunan harga gas juga diterapkan untuk sektor kelistrikan dalam rangka menyediakan listrik yang terjangkau bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan industri.

Keputusan tersebut tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 91 K/12/MEM/2020 tentang Harga Gas Bumi di Pembangkit Tertentu di Bidang Industri. Dalam beleid tersebut, ada 41 lokasi pembangkit listrik yang mendapatkan harga energi yang terjangkau.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Gas Melonjak Tajam,...
Harga Gas Melonjak Tajam, Pelanggan Non-PGBT Teriak
Jaga Daya Beli, Pemerintah...
Jaga Daya Beli, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Triwulan II Tidak Naik
Kinerja 2024 Positif,...
Kinerja 2024 Positif, PGN Cetak Laba Bersih Rp5,4 Triliun
Pasokan BBM dan LPG...
Pasokan BBM dan LPG di Sumbagsel Jelang Idulfitri Dipastikan Aman
Pabrik-pabrik Tutup,...
Pabrik-pabrik Tutup, PLN Prediksi Beban Listrik Turun 30% saat Libur Lebaran
Peneliti Ungkap Peran...
Peneliti Ungkap Peran Bahlil dalam Keberhasilan Pembangunan Precious Metal Refinery di Gresik
Afrika Selatan Rugi...
Afrika Selatan Rugi Rp2.537 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Pasokan Gas Bumi Turun,...
Pasokan Gas Bumi Turun, DEN Anjurkan Impor Jaga Ketahanan Energi
Gas Murah Industri Dipastikan...
Gas Murah Industri Dipastikan Lanjut, Berikut Skema Baru HGBT dan 7 Sektor Penerimanya
Rekomendasi
Audi Kenalkan Supercar...
Audi Kenalkan Supercar Bermesi Diesel, Segini Tenaganya
Duel Jon Jones vs Tom...
Duel Jon Jones vs Tom Aspinall: Pujian Lawas Kontra Keraguan
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Barang RI, Pengusaha Cemas
24 menit yang lalu
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
39 menit yang lalu
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
2 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
4 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32...
Kena Tarif Impor 32 Persen, Surplus Neraca Dagang Indonesia Terancam
4 jam yang lalu
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
6 jam yang lalu
Infografis
Harga Rokok Meroket,...
Harga Rokok Meroket, Marlboro Tembus Rp46.000 per Bungkus
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved