Beli pesawat, GIAA cairkan pinjaman USD75 juta
Kamis, 02 Agustus 2012 - 09:36 WIB
Beli pesawat, GIAA cairkan pinjaman USD75 juta
A
A
A
Sindonews.com – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan mencairkan pinjaman pada tahap awal sebesar USD75 juta dari total pinjaman yang diperoleh sebesar USD200 juta. Direktur Keuangan Garuda Handrito Hardjono mengatakan, daritotalpinjamanUSD200 juta ,yang akan cair pada Agustus sebesar USD75 juta.
“Sisa pinjaman USD125 juta akan kami cairkan Oktober 2012,“ kata dia di Jakarta kemarin. Dia mengungkapkan, sindikasi pinjaman tersebut diperoleh perseroan dari enam bank yang dipimpin Citibank. Adapun, tenor dari pinjaman ini antara 5–6 tahun. Pencairan pinjaman akan digunakan perusahaan maskapai pelat merah tersebut untuk penambahan pesawat.
Perseroan pada tahun ini menargetkan menambah sebanyak 20 unit pesawat, sehingga total pesawat hingga akhir tahun menjadi 105 unit.“Dari target penambahan 20 unit, sekitar 10 unit pesawat sudah datang pada semester I/2012 dan sisanya akan datang pada semester II tahun ini,”paparnya. Adapun,total pinjaman yang dimiliki perseroan saat ini mencapai USD422 juta dan didominasi pinjaman jangka panjang.
Dari total pinjaman tersebut, perseroan telah melunasi sekitar USD35 juta pada semester I/2012. Sementara, perseroan pada tahun depan berencana mencari pinjaman senilai USD300 juta, baik dari pinjaman lembaga keuangan maupun penerbitan obligasi berdenominasi rupiah. Dana tersebut dialokasikan untuk PDP pesawat USD200 juta dan modal kerja USD100 juta. Kendati demikian, Handrito mengaku, opsi sumber pendanaan tersebut masih dikaji.
Namun jika memilih obligasi, diperkirakan akan direalisasikan pada semester I/2013. Terkait kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan,menurut Handrito, tidak jauh dengan belanja modal tahun ini. Dia memperkirakan belanja modal tahun depan sekitar USD450 juta. Sementara, belanja modal tahun ini USD400 juta.
Per semester I/2012, perseroan telah menyerap belanja modal USD241 juta. Nilai tersebut sekitar 60 persen dari alokasi capex hingga akhir tahun ini.“Capex sebagian besar digunakan perseroan untuk PDP (pre delivery payment/ pembayaran uang muka) pembelian pesawat,“ ujarnya.
“Sisa pinjaman USD125 juta akan kami cairkan Oktober 2012,“ kata dia di Jakarta kemarin. Dia mengungkapkan, sindikasi pinjaman tersebut diperoleh perseroan dari enam bank yang dipimpin Citibank. Adapun, tenor dari pinjaman ini antara 5–6 tahun. Pencairan pinjaman akan digunakan perusahaan maskapai pelat merah tersebut untuk penambahan pesawat.
Perseroan pada tahun ini menargetkan menambah sebanyak 20 unit pesawat, sehingga total pesawat hingga akhir tahun menjadi 105 unit.“Dari target penambahan 20 unit, sekitar 10 unit pesawat sudah datang pada semester I/2012 dan sisanya akan datang pada semester II tahun ini,”paparnya. Adapun,total pinjaman yang dimiliki perseroan saat ini mencapai USD422 juta dan didominasi pinjaman jangka panjang.
Dari total pinjaman tersebut, perseroan telah melunasi sekitar USD35 juta pada semester I/2012. Sementara, perseroan pada tahun depan berencana mencari pinjaman senilai USD300 juta, baik dari pinjaman lembaga keuangan maupun penerbitan obligasi berdenominasi rupiah. Dana tersebut dialokasikan untuk PDP pesawat USD200 juta dan modal kerja USD100 juta. Kendati demikian, Handrito mengaku, opsi sumber pendanaan tersebut masih dikaji.
Namun jika memilih obligasi, diperkirakan akan direalisasikan pada semester I/2013. Terkait kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan,menurut Handrito, tidak jauh dengan belanja modal tahun ini. Dia memperkirakan belanja modal tahun depan sekitar USD450 juta. Sementara, belanja modal tahun ini USD400 juta.
Per semester I/2012, perseroan telah menyerap belanja modal USD241 juta. Nilai tersebut sekitar 60 persen dari alokasi capex hingga akhir tahun ini.“Capex sebagian besar digunakan perseroan untuk PDP (pre delivery payment/ pembayaran uang muka) pembelian pesawat,“ ujarnya.
(and)
Lihat Juga :