IHSG diprediksi melanjutan penguatan

Selasa, 16 Oktober 2012 - 08:22 WIB
IHSG diprediksi melanjutan...
IHSG diprediksi melanjutan penguatan
A A A
sindonews.com - Kendati belum bisa bernafas lega, pailng tidak indeks harga saham gabungan (IHSG) tengah menunjukkan aktivitas yang bergairah. Setelah pada perdagangan sebelumnya IHSG mampu bertahan di Zona hijau, pada perdagangan hari ini IHSG diproyeksi mampu melanjutkan penguatannya.

"Pada perdagangan Selasa (16/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.278-4.298 dan resistance 4.321-4.327," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

IHSG membentuk pola seperti tweezers top dan masih mendekati upper bollinger bands.Sementara, MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik mendekati area overbought.

Beredarnya data-data yang positif sedikit membantu IHSG untuk tetap bertahan meski dibayang aksi ambil untung (profit taking) yang biasa menyertai pada setiap penembusan resisten terbarunya.

Karena itu, Reza menyarankan pelaku pasar tetap berhati-hati akan ancaman kemungkinan timbulnya sentimen negatif dari zona Eropa dan Amerika Serikat. "Peluang kenaikan lanjutan akan terpatahkan bila rilis data tambahan dari AS dan Eropa tidak sesuai dengan ekspektasi pasar," simpulnya.

Pada perdagangan sebelumnya, meski IHSG telah menyentuh kembali level tertinggi terbarunya, namun berbeda dengan pekan sebelumnya. Kali ini, IHSG masih mampu bertahan di zona hijau meskipun selama perjalanan IHSG lebih banyak bergerak di teritori negatif.

"Tetapi, jelang penutupan IHSG, pergerakan HSI yang kembali menguat walau tipis dan positifnya bursa saham Eropa membuat pergerakan IHSG bisa kembali masuk ke zona hijau," ujarnya.

Kenaikan data ekspor dan rendahnya inflasi China serta ekspektasi kenaikan data penjualan ritel dan indeks manufaktur AS membuat pelemahan bursa saham Asia, termasuk IHSG sedikit tertahan.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.316,40 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 4.292,84 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.313,52.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual.

Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu variatifnya sentimen yang muncul, diantaranya kekecewaan pasar terhadap hasil pertemuan IMF pekan lalu, dimana tidak memberikan kesatuan sikap dari para pengambil kebijakan di level global terhadap ancaman ekonomi dunia.

Tapi, di sisi lain terdapat sentimen positif dari Yuan setelah data neraca perdagangan China membaik menjadi USD27,7 miliar dari sebelumnya USD26,66 miliar atau lebih tinggi dari prediksi USD20,67 milier. Begitu pun dengan data inflasi bulanan dan tahunan China yang menurun.

Pergerakan bursa saham Asia dipicu variatifnya data yang muncul. Di satu sisi, beredarnya prediksi penurunan kinerja emiten kuartal III/2012 dan ekspektasi perlambatan ekonomi turut mempengaruhi ritme perdagangan.

Tapi, di sisi lain, kenaikan ekspor China sebesar 9,9 persen diatas estimasi 5persen dan kenaikan CPI bulanan direspon positif pelaku pasar. Perbankan China juga memperpanjang pinjaman sebesar 623,2 miliar Yuan dan surplus perdagangan China melebar menjadi USD26,67 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
Pulau Kucing Diprediksi...
Pulau Kucing Diprediksi Punah dalam Beberapa Tahun Mendatang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved