IHSG dibayangi aksi profit taking

Rabu, 17 Oktober 2012 - 08:25 WIB
IHSG dibayangi aksi...
IHSG dibayangi aksi profit taking
A A A
Sindonews.com - Perlahan tapi pasti, indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menunjukkan penguatan. Begitupun pada perdagangan hari ini, yang diproyeksi kembali menguat pada kisaran 4.298-4.342.

"IHSG pun masih dimungkinkan bergerak variatif mencoba menguat," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada dalam keterangan yang diterima Sindonews, Rabu (17/10/2012).

Reza memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan berada pada level support 4.298-4.317 dan resistance 4.335-4.342.

IHSG membentuk pola seperti hanging man dan hampir menyentuh upper bollinger bands. MACD bergerak naik tipis dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik mendekati area overbought.

"Meski IHSG hampir mendekati level overbought-nya, namun dengan masih adanya data-data yang positif maka akan membantu IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau meski dibayang-bayangi aksi profit taking karena masih adanya gap (selisih) yang timbul di level 4.285-4.294," lanjut Reza.

Pada perdagangan hari sebelumnya, jelas Reza, IHSG masih mampu ditutup positif meski selama perjalanan IHSG sempat bertengger di zona merah.

Padahal bursa saham Asia bergerak positif. Begitu pun dengan pembukaan bursa saham Eropa yang juga positif jelang rilis indeks consumer confidence Jerman. Di awal pembukaan, bursa saham Asia merespon positif kenaikan penjualan ritel AS yang membuat saham-saham berbasis ekspor mengalami kenaikan.

"Kondisi ini pun berimbas positif pada IHSG, seperti perkiraan kami sebelumnya," kata Reza.

Adanya penilaian Bank Dunia bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan terhadap pelemahan ekonomi global dan pujian atas stabilitas ekonomi domestik Indonesia juga memberikan sentimen positif.

Sepanjang kemarin perdagangan, IHSG menyentuh level 4.329,08 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan juga sempat menyentuh level 4.303,66 (level terendahnya) dipertengahan sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.329,08.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu sentimen dari Spanyol yang dikabarkan akan segera mengajukan bailout meskipun baru akan terealisasi pada akhir Oktober 2012 setelah pemilu regional di Spanyol pada Minggu (21/10/2012) dan KTT Uni Eropa (18/10/2012) dan pernyataan salah satu petinggi The Fed, William Dudley bahwa kebijakan The Fed sejauh ini sebenarnya belum terlalu agresif sehingga, pelonggaran moneter AS masih memiliki ruang untuk lebih agresif.

Di sisi lain, Yunani juga sukses melelang obligasi tenor 3 bulan dimana yield-nya turun ke 4,24 persen dari lelang sebelumnya 4,31 persen. Ini mengisyaratkan optimisme Yunani bisa mencairkan dana bailout berikutnya.

Pergerakan bursa saham Asia dipicu respon positif pelaku pasar terhadap rilis angka penjualan ritel AS yang diatas estimasi. Kenaikan dipimpin saham-saham perbankan seperti Commonwealth Bank, Mizuho Financial Group Inc. dan Softbank Corp. seiring rilis positif kinerja Citigroup Inc.

Dikabarkan Portugal berencana menaikkan tarif pajak penghasilan dari 9,8 persen menjadi 13,2 persen pada tahun depan. Kenaikan tarif pajak ini sebagai upaya pemerintah menambal defisit. Disisi pengeluaran, Portugal juga memangkas anggaran belanja sebesar 2,7 miliar euro pada tahun depan.

Langkah penghematan ini juga diikuti pengurangan 2 persen dari 600.000 pegawai negeri sipil. Dengan langkah tersebut, Portugal bisa mengurangi defisit anggaran menjadi 4,5 persen pada 2013 mendatang. "Uni Eropa sendiri berharap Portugal bisa menurunkan defisit anggarannya," tutup reza.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siap Keluar dari Konsolidasi...
Siap Keluar dari Konsolidasi Wajar, IHSG Diprediksi Menguat
Pasar Modal Kembali...
Pasar Modal Kembali ke 5.000 dari Titik Terendah, Airlangga: Kita Punya Daya Tahan
Ada Libur Panjang, Gerak...
Ada Libur Panjang, Gerak IHSG Pekan Ini Bakal Terbatas
IHSG Diprediksi Bakal...
IHSG Diprediksi Bakal Menguat, Simak Nih 6 Saham Ini
IHSG Diprediksi Reli,...
IHSG Diprediksi Reli, Mainkan 6 Saham Berikut Ini
Masih Betah Konsolidasi...
Masih Betah Konsolidasi Wajar, Gerak IHSG Diprediksi Terbatas
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
Forum Rektor PTMA Serukan...
Forum Rektor PTMA Serukan Gelar Aksi Bela Palestina Besok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved