Idealnya upah buruh Rp2,6 juta/bulan?
Kamis, 08 November 2012 - 09:53 WIB
Idealnya upah buruh Rp2,6 juta/bulan?
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris Raweyai menilai, idealnya upah buruh di Indonesia sebesar USD3.500 per tahun atau sekitar Rp2,6 juta setiap bulannya.
"Kita nyatakan bahwa income USD3.500 per kapita, kita konversikan dengan 9.000 perak, kita bagi 12," tutur Yoris di Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Angka ini, jelas dia, didasarkan pada data pemerintah mengenai pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang tahun 2011 lalu yang mencapai USD3.500. "Ini dari pemerintah lho," tandasnya.
Meski demikian, Yoris menambahkan, kenaikan upah buruh tidak bisa ditetapkan secara tiba-tiba tanpa melalui mekanisme yang berlaku serta persiapan yang matang.
Pihaknya ingin kenaikan upah buruh hingga mencapai jumlah ideal disepakati bersama dalam perundingan tripartit antara pemerintah-pengusaha-buruh, bukan lewat pemaksaan dengan aksi-aksi sweeping pabrik.
"Itu keinginan kita. Tetapi dalam penetapan itu jangan dipaksakan. Kalau pemerintah memaksakan ini naik, nanti melebihi gaji PNS terendah, nanti jadi problem lagi," kata Yoris.
"Kita nyatakan bahwa income USD3.500 per kapita, kita konversikan dengan 9.000 perak, kita bagi 12," tutur Yoris di Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Angka ini, jelas dia, didasarkan pada data pemerintah mengenai pendapatan per kapita penduduk Indonesia yang tahun 2011 lalu yang mencapai USD3.500. "Ini dari pemerintah lho," tandasnya.
Meski demikian, Yoris menambahkan, kenaikan upah buruh tidak bisa ditetapkan secara tiba-tiba tanpa melalui mekanisme yang berlaku serta persiapan yang matang.
Pihaknya ingin kenaikan upah buruh hingga mencapai jumlah ideal disepakati bersama dalam perundingan tripartit antara pemerintah-pengusaha-buruh, bukan lewat pemaksaan dengan aksi-aksi sweeping pabrik.
"Itu keinginan kita. Tetapi dalam penetapan itu jangan dipaksakan. Kalau pemerintah memaksakan ini naik, nanti melebihi gaji PNS terendah, nanti jadi problem lagi," kata Yoris.
(gpr)
Lihat Juga :