Pembangunan kilang minyak terganjal insentif fiskal
Jum'at, 14 Desember 2012 - 11:52 WIB
Pembangunan kilang minyak terganjal insentif fiskal
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah belum dapat memastikan pembangunan kilang minyak yang direncanakan dimulai tahun 2013. Saudi Arabia dan Kuwait selaku investor masih terganjal persoalan insentif fiskal yang masih dibahas dengan Kementerian Keuangan.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menyatakan masalah ini berawal dari investor yang meminta insentif sebelum ada pelaksanaan Feasilibilty Study (FS). Dia menilai tidak pas secara proses karena prosedural tetap insentif diberikan setelah FS.
"Bahkan sebelum mereka FS mereka sudah minta insentif di depan. Secara proses itu tidak pas karena harusnya pemerintah keluarkan nanti," ungkap Bambang di kantornya, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Selain itu, lanjutnya, investor meminta daftar insentif di luar koridor yang sudah ditetapkan pemerintah. Misalnya terkait area pajak lahan dan pajak daerah.
"Mereka tidak bisa masuk sejauh itu, karena itu akan berkaitan dengan area yang lain. Sementara di Kementerian Keuangan hanya berkaitan dengan fiskal," papar Bambang.
Dua kilang tersebut, adalah di Tuban Jawa Timur yang akan ditangani Kuwait dan di Balongan, Jawa Barat oleh Aramco Saudi Arabia. Investasi dua kilang diperkirakan akan mencapai USD20 miliar dengan produksi 600 barel perhari.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro menyatakan masalah ini berawal dari investor yang meminta insentif sebelum ada pelaksanaan Feasilibilty Study (FS). Dia menilai tidak pas secara proses karena prosedural tetap insentif diberikan setelah FS.
"Bahkan sebelum mereka FS mereka sudah minta insentif di depan. Secara proses itu tidak pas karena harusnya pemerintah keluarkan nanti," ungkap Bambang di kantornya, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Selain itu, lanjutnya, investor meminta daftar insentif di luar koridor yang sudah ditetapkan pemerintah. Misalnya terkait area pajak lahan dan pajak daerah.
"Mereka tidak bisa masuk sejauh itu, karena itu akan berkaitan dengan area yang lain. Sementara di Kementerian Keuangan hanya berkaitan dengan fiskal," papar Bambang.
Dua kilang tersebut, adalah di Tuban Jawa Timur yang akan ditangani Kuwait dan di Balongan, Jawa Barat oleh Aramco Saudi Arabia. Investasi dua kilang diperkirakan akan mencapai USD20 miliar dengan produksi 600 barel perhari.
(gpr)
Lihat Juga :