SAE pecah kongsi dengan Adaro

Jum'at, 11 Januari 2013 - 11:17 WIB
SAE pecah kongsi dengan...
SAE pecah kongsi dengan Adaro
A A A
Sindonews.com - PT Sejahtera Alam Energi (SAE) mengumumkan kerja sama dengan PT Adaro Power telah berakhir alias ‘pecah kongsi’. SAE menilai Adaro mengingkari komitmen untuk mengembangkan PLTP Baturaden secara bersama.

Direktur Utama SAE, Ahmad Nugraha Juanda mengatakan, PT Trinergy, induk usaha PT SAE telah menandatangani perjanjian dasar dengan PT Adaro terkait pengembangan PLTP Baturaden, pada 7 Desember 2011.

Lingkup perjanjian dasar tersebut di antaranya perihal peminjaman dana dari PT Adaro Power kepada PT Trinergy. Pinjaman itu akan dikonversi dalam kurun waktu tiga bulan sejak perjanjian di tandatangani menjadi kepemilikan saham PT Adaro Power sebesar 60% di PT SAE.

Pada 15 Desember 2011, lanjut Nugraha, PT Adaro Power mengirimkan surat kepada PT Trinergy bahwa pinjaman dana tersebut akan dikonversi menjadi kepemilikan saham PT Adaro Power sebesar 60% di PT SAE sesuai tata cara yang telah disepakati dalam perjanjian dasar.

“Ternyata dalam perjalanannya, tanpa alasan yang jelas, PT Adaro Power tidak pernah merealisasikan pernyataan konversi pinjaman menjadi saham di PT SAE. Sehingga, komposisi saham di PT SAE hingga saat ini sepenuhnya (100%) masih milik PT Trinergy,” ungkap Nugraha, Jumat (11/1/2013).

Nugraha menambahkan, akibat dari tidak terealisasinya konversi pinjaman tersebut, kebutuhan atas pendanaan proyek selama 2012, yakni sesuai dengan pedoman dokumen RKAB PT SAE yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Ditjen EBTKE, harus ditanggung PT Trinergy.

“Managemen PT Trinergy telah mengirim pesan melalui surat elektronik, sms, telepon, dan pada akhirnya mengirim surat resmi sebanyak tiga kali kepada PT Adaro Power untuk menanyakan kelanjutan kerja sama tersebut,” kata Nugraha.

Namun, lanjut Nugraha, hingga akhir 2012, tidak pernah ada tanggapan apapun dari pihak PT Adaro Power. Sehingga, manajemen PT Trinergy memutuskan untuk menghentikan dan mengakhiri kerja sama dengan PT Adaro Power di PT SAE.

“Meski demikian, kegiatan pengembangan panas bumi WKP Baruraden tetap berjalan sesuai jadwal, komitmen PT SAE terhadap pemerintah pusat, Pemprov Jawa Tengah, dan sesuai ketetapan yang tercantum dalam IUP Panas Bumi Baturaden,” jelas Nugraha.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
Skema Insentif Kompensasi...
Skema Insentif Kompensasi Eksplorasi Panas Bumi Disusun Demi Investasi
Garap Harta Karun Energi...
Garap Harta Karun Energi di Jantung Indonesia, PGE Buka Peluang Kemitraan Strategis
Berpengalaman Hampir...
Berpengalaman Hampir 50 Tahun, PGE Dapat Dukungan Jadi Induk BUMN Panas Bumi
Meneropong Tantangan...
Meneropong Tantangan Merger Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
Indonesia Kuasai Cadangan...
Indonesia Kuasai Cadangan Geothermal Dunia, Tapi Pengelolaan Masih Minim
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
1 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
1 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
1 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
2 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
2 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved