200 ribu ton bawang putih tertahan di Tanjung Perak

Rabu, 13 Maret 2013 - 16:34 WIB
200 ribu ton bawang...
200 ribu ton bawang putih tertahan di Tanjung Perak
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 200 ribu ton bawang putih impor tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Hal itu, diduga menjadi pemicu melambungnya harga Bawang Putih karena kebutuhan di pasar berkurang.

"Kalau enggak salah ada 200 ribu ton bawang putih impor yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," ungkap Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf usai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pramuka Kwarda Jatim di Surabaya, Rabu (13/3/2013).

Pria yang akrab disapan Gus Ipul ini mengatakan, konsumsi bawang putih di Jatim masih mengandalkan impor dari China. Karena, Bawang Putih lokal masih tidak mencukupi.

"Produksi bawang putih ini memang masih minim. Sehingga satu-satunya untuk mencukupi kebutuhan adalah Impor," ujarnya.

Mantan Ketua Umum GP Ansor ini menyatakan, Pemprov Jatim tidak bisa berbuat apa-apa atas tertahannya ratusan ribu bawang putih. Sebab, kewenangan berada di otoritas bea dan cukai.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan bawang putih, Pemprov Jatim akan mendatangkan dari Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya, akan dilakukan operasi pasar. Sehingga, lonjakkan harga dapat ditekan. Selain bawang putih, saat ini bawang merah juga ada indikasi merangkak naik. Padahal, kebutuhan bawang merah sudah bisa dipenuhi produk lokal.

"Kita akan selidiki, kenapa bawang merah kok juga ikut naik. Apakah karena dampak musim hujan, sehingga mengalami kerusakan dan panennya tidak sesuai target," tukasnya.

Sementara itu, dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), jumlah bawang putih impor yang tertahan mencapai 392 Kontainer. Setiap 20 Kontainer berisi 500 ton bawang putih.

Kadisperindag Jatim, Budi Setiawan mengatakan, bawang putih itu ditahan karena tidak dilengkapi Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan. "Surat izin dari importirnya ada yang masih dalam proses dan ada yang mati," jelas Budi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved