Operasional normal, SIMA berharap suspensi dicabut

Senin, 24 Juni 2013 - 12:54 WIB
Operasional normal,...
Operasional normal, SIMA berharap suspensi dicabut
A A A
Sindonews.com - Manajemen PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) mengharapkan, suspensi perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dicabut seiring dengan aktivitas operasional perusahaan yang kembali normal.

"Kami berkomitmen untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Dengan ini, kami berharap suspensi saham Siwani Makmur dapat segera dibuka," ujar Direktur Utama SIMA, Edward Seky Soeryadjaya dalam paparan publik insidentil di Garden Kemang Hotel, Jakarta, Senin (24/6/2013).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur perseroan, Lie Stefanus Wiji Suratno mengaku bahwa perseroan sudah siap beroperasi secara penuh setelah perseroan menyelesaikan semua kewajiban kepada para supplier dengan total utang mencapai USD484.516 dan Rp86.201.713.

"Kewajiban ke supplier sudah lunas bulan April 2013. Jadi, supplier akan kembali mengirimkan bahan baku. Jadi, kita siap operasi penuh lagi," tandasnya.

Dia meambahkan, perseroan saat ini dalam proses penambahan modal kerja sebesar Rp20 miliar untuk digunakan, antara lain untuk perbaikan mesin agar mampu menerima pesanan yang lebih luas dan menunjang operasional perusahaan, seperti untuk pembelian bahan baku dan peningkatan kegiatan pemasaran.

"Penambahan modal kerja dari Roots Capital Asia Limited (RCAL) akan dilakukan selambat-lambatnya dalam waktu tiga puluh hari setelah public expose ini dilaksanakan," tutur dia.

Perlu diketahui, perseroan yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 1994 ini, sejak 20 Januari 2011 mengalami suspensi perdagangan saham oleh BEI.

Bursa tengah meminta penjelasan lebih lanjut terkait kegiatan operasional dan kondisi keuangan perseroan. Harga saham perseroan sebelum dihentikan perdagangannya tercatat sebesar Rp128 per saham. Namun dengan kembali normalnya operasional perseroan diharapkan suspensi ini dapat segera dicabut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BUMA Terbitkan Obligasi...
BUMA Terbitkan Obligasi I Tahun 2023, Masa Penawaran Berakhir Besok
Mantul, Laba Produsen...
Mantul, Laba Produsen Indomie Tembus Rp2,8 Triliun
Cari Pengganti Gandum,...
Cari Pengganti Gandum, Indofood Siap Dukung Pengembangan Sorgum
Masih Pandemi, Induk...
Masih Pandemi, Induk Usaha Indomaret Raup Cuan Rp60,8 Miliar
Lulusan SMA-S1 Merapat!...
Lulusan SMA-S1 Merapat! PT Indofood Buka Lowongan Terbaru
Indofood Buka Lowongan...
Indofood Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
35 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
Tanda Sakit Kepala Tidak...
Tanda Sakit Kepala Tidak Normal, Waspada Jika Disertai Demam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved