Bahan baku naik, pengusaha batik tulis menjerit

Minggu, 25 Agustus 2013 - 11:17 WIB
Bahan baku naik, pengusaha...
Bahan baku naik, pengusaha batik tulis menjerit
A A A
Sindonews.com - Perajin atau pengusaha batik tulis mulai mengeluhkan naiknya harga bahan baku. Saat ini harga bahan baku batik naik drastis. Kenaikan harga bahan baku membuat mereka menjerit.

Salah satu dampak itu adalah sulitnya pemasaran. Mereka kesulitan memasarkan dengan harga yang sesuai dengan kenaikan harga bahan baku. Maka tidak sedikit dari mereka yang memasarkan dengan harga yang lebih rendah.

Diketahui, harga bahan baku mori saat ini Rp40.000 per potong. Per potong kain mempunyai ukuran panjang 2 meter. Harga kain mori semula mencapai Rp33 ribu sampai Rp35 ribu. Harga bahan baku malam semula Rp21 ribu sampai Rp22 ribu per kg. Kini, harga bahan baku malam mencapai Rp24 ribu sampai Rp25 ribu per kg.

Selain itu, harga bahan baku pewarna saat ini Rp9 ribu untuk setiap seperempat ons. Harga itu naik Rp3 ribu dari sebelumnya harga pewarna Rp6 ribu.

Salah satu perajin batik tulis di Kelurahan Kalinyamat Wetan di Kecamatan Tegal Selatan, Suharti mengaku, harga batik saat ini Rp150 ribu per lembar kain. Harga itu merupakan harga saat bahan baku belum naik. Jika disesuaikan dengan harga sesuai kenaikan bahan baku bisa mencapai Rp170 ribu per lembar kain.

"Kalau harganya tetap Rp170 ribu, banyak pelanggan yang tidak mau. Pelanggan tetap mau membeli dengan harga Rp150 ribu per lembar," katanya di Kota Tegal, Sabtu (24/8/2013).

Dengan harga itu, perajin hanya mendapatkan keuntungan tipis. "Mau bagaimana lagi. Lebih baik bertahan seperti itu daripada tidak laku," ujarnya.

Dampak lainnya adalah berkurangnya pembeli. Dulu sebelum adanya kenaikan, setiap pekan lebih dari tiga orang pemesan batik tulis. Dengan setiap pemesanannya rata-rata tiga lembar kain batik. "Sekarang, rata-rata setiap pekan 2-3 orang.

Hal sama juga dikeluhkan Nining Supartin, perajin batik dari Randugunting sekaligus pemilik gerai batik Maudy Collection. Menurut dia, sebelum lebaran harga bahan baku naik sekitar 5-10 persen.

Malam yang biasanya dibeli seharga Rp14 ribu per kg naik menjadi Rp15 ribu per kg, sedangkan yang kualitasnya lebih bagus naik dari Rp26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg. Sementara, pewarna Igosol yang tadinya Rp240 ribu per kg sekarang menjadi Rp280 ribu per kg.

"Untuk mori yang tadinya Rp12.500 per yard (90 cm) sekarang naik menjadi Rp13.500 per kg," sebutnya.

Nining mengakui, kenaikkan harga bahan baku mengakibatkan biaya produksi bertambah, sehingga terpaksa menaikkan harga jual kain batik tulis maupun cap, yakni 5-10 persen dari harga biasa.

Untuk menghemat biaya produksi, sementara dia tidak mempekerjakan pekerja borongan, yang biasanya dipekerjakan membuat batik kombinasi cap dan tulis.

"Saat ini hanya karyawan tetap atau harian yang dipekerjakan, jumlahnya ada enam orang. Pekerja borongan sementara distop dulu, sembari menunggu harga bahan baku stabil. Mereka akan kembali bekerja setelah ada pesanan," jelasnya.

Dia menyebutkan, saat ini berusaha mengoptimalkan bahan-bahan yang masih ada untuk berproduksi. Usai Lebaran penjualan kain batik di gerainya justru meningkat. Banyak warga Kota Tegal yang akan kembali ke luar kota membeli kain batik untuk oleh-oleh. "Alhamdulillah omzet naik 50 persen dari hari biasa," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
10 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
42 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
RDF Plant Rorotan Mampu...
RDF Plant Rorotan Mampu Hasilkan Ratusan Ton Bahan Bakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved