Perpres Pengusaha Pemula akan terbit bulan ini

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 16:49 WIB
Perpres Pengusaha Pemula...
Perpres Pengusaha Pemula akan terbit bulan ini
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Dukungan untuk Pengusaha Pemula. Saat ini draft beleid tersebut siap dikirimkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk ditandatangani.‬

‪"Perpres soal pengusaha pemula ini sedikit lagi rampung dan siap diterbitkan. Oktober ini selesai," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa di sela-sela side event APEC 2013, Unthinkable Week, forum pembiayaan wirausaha pemuda dan pengembangan ekspor, di Discovery Mall, Kuta, Bali, Jumat (4/10/2013).‬

‪Menurutnya, Perpres ini penting untuk segera diterbitkan karena akan memberikan suatu pembinaan dan kemudahan bagi para pengusaha pemula. Beleid ini akan memberikan kesempatan bagi pengusaha kecil, terutama menengah, agar bisa tumbuh, tapi dibina oleh pemerintah, termasuk memberikan kesempatan terlibat dalam proyek-proyek APBN dan APBD.‬

‪"Jadi, ada pembinaan, ada kesempatan bagi pengusaha pemula. Kalau proyek-proyek kecil, misalkan hanya Rp100 juta, janganlah direbut pengusaha besar, kasih saja pengusaha pemula," ucap Hatta.‬

‪Selain melibatkan pengusaha pemula dalam proyek-proyek pemerintah, Hatta juga mengaku saat ini pemerintah sedang menggodok alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih besar untuk pengusaha pemula.

"Jika sekarang ini paling besar hanya bisa dapat Rp20 juta, ke depan ada usulan untuk ditambahkan, misalnya hingga Rp30 juta atau Rp40 juta per debitur," tuturnya.‬

‪Sebelum Hatta memastikan hal ini, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Raja Sapta Oktohari mendesak pemerintah segera mengeluarkan Perpres soal pengusaha pemula. Dia mengaku selama ini sudah sejak lama dimintai masukan untuk beleid tersebut. Namun, dia menyayangkan Perpres tersebut tak kunjung terbit.‬

‪Menurutnya, Perpres ini sangat dibutuhkan karena akan memuat aspek legalitas, permodalan, dan jaminan pasar bagi pengusaha pemula.

"Perpres tentang pengusaha pemula harus jadi. Kalau akses (permodalan, pasar dan kemudahan usaha) enggak dibuka untuk pengusaha lokal, dorongan menjadi pengusaha di Indonesia pasti makin mengecil. Ini sudah terasa, banyak yang memilih jadi PNS ketimbang pengusaha kan," kata dia.

‪Berdasarkan pengalamannya, kata Okto, pengusaha pemula harus dijaga setidaknya dalam lima tahun pertama. Di masa-masa itulah harusnya tak banyak gangguan dan bisa dilindungi lewat sebuah payung hukum.‬

‪Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pengusaha Indonesia baru sekitar 0,18 persen saat ini. Namun, jumlah orang yang melakukan aktifitas usaha mencapai 15 persen.‬

‪Selisih tersebut karena banyak pengusaha, khususnya pengusaha kecil yang tidak terdaftar. Untuk legalitas, kata Okto, butuh biaya yang besar untuk legalitas pendirian suatu usaha.

"Modal awal masih besar terkait legalitas, untuk bikin PT butuh Rp16 juta untuk empat kantor, enam jenis perizinan, dengan waktu perizinan 64 hari. Ini kurang kompetitif kalau kita mau berkompetisi dengan negara ASEAN," jelas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akbar Buchari Resmi...
Akbar Buchari Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2022-2025
Refleksi Peran Wirausaha...
Refleksi Peran Wirausaha Bangun Bangsa, HIPMI Dorong 10 Juni Jadi Hari Kewirausahaan Nasional
Bursa Calon Ketum HIPMI,...
Bursa Calon Ketum HIPMI, Akbar Buchori Dapat Dukungan dari Bobby Nasution
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
HIPMI Punya Pemimpin...
HIPMI Punya Pemimpin Baru, Begini Pesan Bahlil Lahadalia
Jelang Musdalub Hipmi...
Jelang Musdalub Hipmi DIY, Pendaftaran Calon Ketua Umum Dibuka
Berita Terkini
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
23 menit yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
1 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
3 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
5 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
5 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
6 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved