IHSG diprediksi menguat di akhir pekan
Jum'at, 18 Oktober 2013 - 08:13 WIB
IHSG diprediksi menguat di akhir pekan
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan ini tampaknya kebanjiran berita positif yang memberinya cukup alasan untuk tetap bergerak di zona hijaunya.
Potensi penguatan IHSG tersebut setidaknya tercermin dari lajunya secara teknikal yang cukup positif. "Rentang IHSG 4.496-4.546. Pola bullish harami cross terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal (penguatan lanjutan)," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Jumat (18/10/2013).
Bukan hanya itu, berita positif datang dari perbaikan laju indeks Dow Jones juga tampak memberi amunisi bagi IHSG untuk merangkak naik.
Lihat saja, Dow Jones di awal perdagangan sempat turun sebesar 144,81 (0,94 persen) akibat mengecewakannya data laba bersih dan pendapatan big caps IBM and Goldman Sachs.
Tetapi menjelang penutupan, pasar merujuk terjadinya kesepakatan antara Pimpinan US Senate Majority Harry Reid dan Pimpinan Senate Republican Mitch McConnel yang akan membuka kembali pemerintahan sampai 15 Januari 2014 dan meningkatkan debt ceiling hingga 7 Februari 2014.
Hal tersebut memberi sentimen positif, sehingga mendorong Dow Jones recovers cukup drastis dan akhirnya ditutup hanya turun tipis sebesar 2,18 poin (0,01 persen) di level 15.371,65 disertai kejatuhan tajam The Vix sebesar 8,36 persen ditutup di level 13,48.
Lajunya tersebut terjadi di tengah menggembirakanya data weekely jobless claims yang turun 15 ribu unit menjadi berjumlah total 358 ribu unit pekerjaan.
Sementara, data factory activity in the mid-Atlantic region menunjukkan sedikit perlambatan di bulan Oktober tetapi pengusaha tetap optimis untuk jangka panajang.
Sekitar 61 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 57 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis, jauh di bawah rata-rata 63 persen.
Saat ini analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen, dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
"Merujuk naiknya penutupan EIDO:US sebesar 1,56 persen dan menguatnya Indeks S&P 500 sebesar 0,67 persen, saya cukup optimistis IHSG berpeluang ditutup menguat dalam perdagangan di akhir pekan ini," pungkasnya.
Potensi penguatan IHSG tersebut setidaknya tercermin dari lajunya secara teknikal yang cukup positif. "Rentang IHSG 4.496-4.546. Pola bullish harami cross terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal (penguatan lanjutan)," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Jumat (18/10/2013).
Bukan hanya itu, berita positif datang dari perbaikan laju indeks Dow Jones juga tampak memberi amunisi bagi IHSG untuk merangkak naik.
Lihat saja, Dow Jones di awal perdagangan sempat turun sebesar 144,81 (0,94 persen) akibat mengecewakannya data laba bersih dan pendapatan big caps IBM and Goldman Sachs.
Tetapi menjelang penutupan, pasar merujuk terjadinya kesepakatan antara Pimpinan US Senate Majority Harry Reid dan Pimpinan Senate Republican Mitch McConnel yang akan membuka kembali pemerintahan sampai 15 Januari 2014 dan meningkatkan debt ceiling hingga 7 Februari 2014.
Hal tersebut memberi sentimen positif, sehingga mendorong Dow Jones recovers cukup drastis dan akhirnya ditutup hanya turun tipis sebesar 2,18 poin (0,01 persen) di level 15.371,65 disertai kejatuhan tajam The Vix sebesar 8,36 persen ditutup di level 13,48.
Lajunya tersebut terjadi di tengah menggembirakanya data weekely jobless claims yang turun 15 ribu unit menjadi berjumlah total 358 ribu unit pekerjaan.
Sementara, data factory activity in the mid-Atlantic region menunjukkan sedikit perlambatan di bulan Oktober tetapi pengusaha tetap optimis untuk jangka panajang.
Sekitar 61 dari 500 emiten dalam Indeks S&P 500 telah merilis laba bersih LK Q3/2013, 57 persen diantaranya mengalahkan estimasi pendapatan awal analis, jauh di bawah rata-rata 63 persen.
Saat ini analis memperkirakan laba bersih tumbuh rata-rata 4,2 persen, dengan asumsi sisanya setara kejadian di atas, tetapi masih di bawah ekspektasi 1 Juli 2013 sebesar 8,5 persen.
"Merujuk naiknya penutupan EIDO:US sebesar 1,56 persen dan menguatnya Indeks S&P 500 sebesar 0,67 persen, saya cukup optimistis IHSG berpeluang ditutup menguat dalam perdagangan di akhir pekan ini," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :