Pajak diterapkan, cukai rokok tahun depan tak naik

Senin, 21 Oktober 2013 - 17:10 WIB
Pajak diterapkan, cukai...
Pajak diterapkan, cukai rokok tahun depan tak naik
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan untuk tidak menaikan tarif cukai rokok pada 2014. Hal ini diputuskan untuk mengurangi dampak negatif terhadap industri rokok yang akan dikenakan pajak daerah 10 persen mulai tahun depan.

"Untuk tahun depan, cukai untuk rokok tidak dinaikan karena ada pajak baru yang diterapkan. Tapi kami tak khawatir dengan pendapatan cukai. Ini karena produksi rokok kan bertambah, jadi otomatis ada kenaikan pendapatan. Intinya target pendapatan cukai di APBN 2014 bakal tercapai," kata Wakil Menteri Keuangan II, Bambang PS Brodjonegoro di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Sementara, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Susiwijono Moegiarso menjelaskan, kebijakan yang diambil ini sejalan dengan aturan UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). Dalam Penjelasan Pasal 29, termuat tabel ilustrasi tentang skema Tarif Cukai Hasil Tembakau (HT) dari 2011 hingga 2015.

"Intinya untuk menjaga keseimbangan beban antara cukai yang harus ditanggung Industri HT dengan kebutuhan fiskal untuk negara, maka dibuat ilustrasi skema tarif cukai. Di mana pada 2014 (awal pengenaan pajak rokok) maka tarif cukai HT tidak dinaikkan," tuturnya.

Berdasarkan target dalam APBN-P 2013, target penerimaan cukai tahun ini di patok sebesar Rp104,7 triliun. Pada 2014, target tersebut dinaikan menjadi sebesar Rp116,2 triliun, atau ada kenaikan sebesar Rp11,5 triliun. Karena itu, selain mengandalkan kenaikan volume rokok, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan menggantinya dengan kenaikan cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

"Kalau tarif cukai HT enggak boleh naik, pasti akan cukup berat ngejar target. Ini karena 95 persen penerimaan cukai adalah dari rokok (HT). Sedangkan faktor yang paling pengaruh untuk penerimaan hanya ada dua, yakni volume produksi dan kenaikan tarif cukai. Enggak mungkin hanya mengandalkan kenaikan volume," beber Susiwijono.

Tahun ini, produksi rokok diperkirakan melebihi 343 miliar batang SKM, SPM, dan SKT. Tahun depan jumlahnya hanya naik 2 miliar batang menjadi 345 miliar batang. Kenaikan tarif cukai rokok tahun ini terbukti berkontribusi besar terhadap kenaikan penerimaan cukai 2013.

Per 13 September 2013 pendapatan cukai mencapai Rp76,3 triliun atau 72,89 persen dari target APBN-P 2013 sebesar Rp104,7 triliun. Perolehan cukai tersebut seiring dengan kenaikan tarif cukai hasil tembakau berdasarkan PMK 179/PMK.011/2012. Dengan beleid tersebut rata-rata kenaikan cukai rokok mencapai sebesar 8.5 persen, yang mulai berlaku 25 Desember 2012.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2012, maka terjadi kenaikan penerimaan cukai sebesar 11,73 persen. Jika dirinci, komposisi penerimaan cukai ini dikontribusi dari cukai Hasil Tembakau sebesar 96 persen, cukai MMEA 3,84 persen dan Cukai Etil Alkohol 0,14 persen.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Kenaikan Cukai Rokok...
Kenaikan Cukai Rokok Berpotensi Matikan Industri Rokok Kecil
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi Tembakau, Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Perlu Jadi Pilihan
Simplifikasi Cukai Rokok...
Simplifikasi Cukai Rokok Dinilai Memuat Kepentingan Asing
Elemen Industri Rokok...
Elemen Industri Rokok Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai di 2023
Operasi Gempur Rokok...
Operasi Gempur Rokok Ilegal Bakal Sehatkan Industri Hasil Tembakau
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved