Sumut protes pembagian saham Inalum, ini kata Dahlan

Rabu, 23 Oktober 2013 - 09:56 WIB
Sumut protes pembagian...
Sumut protes pembagian saham Inalum, ini kata Dahlan
A A A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengaku dirinya belum mau berpikir mengenai keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang menginginkan pembagian saham di Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) lebih besar dari 30 persen.

Dia memilih untuk fokus mengembalikan Inalum kepada Indonesia terlebih dahulu dari sebelumnya dimiliki perusahaan Jepang, Nippon Asahan Aluminium (NAA).

"Jangan ribut-ribut dulu. (Inalum) Kembali ke Indonesia dulu. Kalau sudah kembali kan pusat itu Pemerintah dan Daerah juga Pemerintah," ujar Dahlan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10/2013) malam.

Dahlan menyebut, angka pembagian saham antara pemerintah pusat dan daerah dengan rasio 70:30 persen tersebut sudah diperhitungkan dan dirundingkan.

"Itu kompromi yang baiklah. Maunya Kementerian Keuangan kan (pemerintah pusat) 80 persen, tapi (pemerintah) daerah meminta 40 persen. Jadi, dirundingkan dapat 70:30 persen," ungkapnya.

Dahlan bahkan menyebut hal ini lebih baik sebagai permulaan karena pemerintah pusat memiliki dana untuk membayar NAA dan sudah disetujui DPR.

"Daerah juga harus menyiapkan uangnya juga. Uangnya kan tidak bisa juga. Pemerintah akhirnya harus menerima persetujuan DPR," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menyayangkan pemerintah pusat yang tidak pernah mengajak dirinya berunding mengenai pembagian saham Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam Inalum.

"Kami tidak pernah diajak pemerintah cerita mengenai masalah prosentase ini, padahal kami ini kan anaknya pemerintah pusat juga," ujar Gatot pada kesempatan yang sama.

Bahkan untuk mengatasi keterbatasan dana pengambilalihan Inalum, Gatot mengaku sudah menggandeng pihak ketiga, yaitu PT Toba Sejahtera.

"Ada Toba Sejahtera dan konsorsium Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kotamadya juga," katanya.

Semalam, Komisi VI DPR RI akhirnya menyetujui anggaran pengambilalihan Inalum dari perusahaan Jepang, yaitu NAA sebesar USD558 miliar. Dengan begitu, Inalum akan segera menjadi perusahaan pelat merah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bukti Konsistensi Inalum...
Bukti Konsistensi Inalum Bangun Industri Alumunium Adaptif dan Ramah Lingkungan
Integrasikan CSR dalam...
Integrasikan CSR dalam Strategi Bisnis, Inalum Raih Dua Penghargaan Bergengsi
Inalum Terbitkan Global...
Inalum Terbitkan Global Bond USD2,5 Miliar
Pasar Aluminium Menantang...
Pasar Aluminium Menantang 2 Tahun Terakhir, Inalum Cetak Kinerja Apik di Awal 2022
Setelah Idul Fitri,...
Setelah Idul Fitri, Grup Mind Id Bekerja dengan 'New Normal'
Inalum Dapat Utangan,...
Inalum Dapat Utangan, Dua Mega-Proyek di Sumsel Akan Digarap
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
23 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
2 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved