ETF SMinfra18 resmi diperdagangkan hari ini
Kamis, 06 Maret 2014 - 10:02 WIB
ETF SMinfra18 resmi diperdagangkan hari ini
A
A
A
Sindonews.com - Reksa dana bursa (Exchange Trade Fund/ETF) SMinfra18 hari ini resmi diperdagangkan dan dibuka dengan harga perdana sebesar Rp315 per unit dan ditransaksikan sebanyak-banyaknya 12,5 miliar unit dengan total jumlah penyertaan sebanyak 100 juta unit.
Direktur Utama IPIM, John D Item menjelaskan, harga perdana itu merupakan pembentukan awal dari penyertaan unit ETF yang dilakukan sejumlah entitas sponsor. Dengan dibuka perdananya Reksa dana ETF berkode XISI ini, maka nilai aktiva bersih (NAB) Premier ETF SMinfra18 mencapai Rp30,8 miliar.
"Setelah ditransaksikan, harganya akan mengikuti pergerakan dari kinerja aset dasar yang masuk di portofolio ETF ini," ujar John di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Bobot portofolio Premier ETF SMinfra18 terdiri dari 18 emiten dari sektor infrastruktur utama serta beberapa sektor pendukungnya yang tergabung dalam indeks SMinfra18 besutan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) bekerja sama dengan BEI.
Pemilihan konstituen indeks disusun oleh otoritas bursa dan Sarana Multi berdasarkan data pasar dan tata kelola perusahaan dari setiap emiten yang masuk kriteria.
Selain itu, indeks SMinfra juga dievaluasi oleh Komite Independen yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang infrastruktur dan pasar modal.
Dengan portofolio yang terukur, IPIM memperkirakan investor dapat memperoleh imbal hasil (return) sekitar 20 persen per tahun. Adapun, target raupan dana kelolaan ditaksir mencapai Rp100 miliar dalam setahun ke depan.
"Kami berharap penambahan produk ETF baru ini semakin menyemarakkan investasi reksa dana yang ditransaksikan di bursa," pungkasnya.
Direktur Utama IPIM, John D Item menjelaskan, harga perdana itu merupakan pembentukan awal dari penyertaan unit ETF yang dilakukan sejumlah entitas sponsor. Dengan dibuka perdananya Reksa dana ETF berkode XISI ini, maka nilai aktiva bersih (NAB) Premier ETF SMinfra18 mencapai Rp30,8 miliar.
"Setelah ditransaksikan, harganya akan mengikuti pergerakan dari kinerja aset dasar yang masuk di portofolio ETF ini," ujar John di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Bobot portofolio Premier ETF SMinfra18 terdiri dari 18 emiten dari sektor infrastruktur utama serta beberapa sektor pendukungnya yang tergabung dalam indeks SMinfra18 besutan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) bekerja sama dengan BEI.
Pemilihan konstituen indeks disusun oleh otoritas bursa dan Sarana Multi berdasarkan data pasar dan tata kelola perusahaan dari setiap emiten yang masuk kriteria.
Selain itu, indeks SMinfra juga dievaluasi oleh Komite Independen yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang infrastruktur dan pasar modal.
Dengan portofolio yang terukur, IPIM memperkirakan investor dapat memperoleh imbal hasil (return) sekitar 20 persen per tahun. Adapun, target raupan dana kelolaan ditaksir mencapai Rp100 miliar dalam setahun ke depan.
"Kami berharap penambahan produk ETF baru ini semakin menyemarakkan investasi reksa dana yang ditransaksikan di bursa," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :